Aparat yang Tidak Berpihak pada Pemberantasan Illegal Logging: Hasil Eksaminasi Publik terhadap ...

gambarMajelis ekseminasi: Rudi Satrio Mukantardjo, Eddy O.S. Hiarej, AJ Day, Asep Irwan Iriawan, Bambang Setiono
Penyusun: Febri Diansyah, Emerson Yuntho, Illian Deta Arta Sari

Jakarta: ICW, Februari 2009
ISBN 978-979-1434-06-5
xiv, 122 p
Rp

Pokok-pokok Pikiran Penyusunan Cetak Biru Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban

gambarSupriyadi Widodo Eddyono, Syahrial Martanto Wiryawan, Wahyu Wagiman, Emerson Yuntho ; editor: Illian Deta Arta Sari & Febri Diansyah

Jakarta : ICW & ICJR, 2008
xv, 136 p
ISBN 978-979-1434-04-1
Rp

Suap Adipura; Selidiki Kemungkinan Suap Lain

Dugaan kasus suap dalam proses penilaian penghargaan Adipura bagi Kota Bekasi harus menjadi momentum untuk menyelidiki kemungkinan adanya kasus suap lainnya dalam proses penilaian penghargaan Adipura 2010. Desakan itu muncul karena raihan Adipura tidak berkorelasi positif dengan kota sehat lingkungannya dan adanya lonjakan jumlah peraih Adipura pada 2010.

Ahli perencanaan dan tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menyatakan, penyidikan dugaan kasus suap dalam proses penilaian Adipura bagi Kota Bekasi harus menjadi pintu masuk bagi kemungkinan suap lainnya.

Laporan Keuangan ICW 2010
Laporan Keuangan ICW 2009
Laporan Keuangan ICW 2008
Laporan Keuangan ICW 2005
Awasi Menteri lewat SMS 1708

Unit Kerja Presiden untuk Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4) membuka SMS 1708 bagi masyarakat terkait dengan kinerja kementerian.

Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto menyatakan langkah itu dikemas dalam program Lapor (Layanan Pengaduan Online Rakyat). ”Ini barang baru, tapi sistemnya sudah jalan,” katanya di Bandung, Sabtu (12/11).

Menurut dia, laporan yang masuk ke nomor tersebut bakal mendapat jawaban atas progres penanganannya. Respon kementerian yang dituju dari kasus yang masuk ikut pula juga dipantau termasuk dengan cara pemberian tenggat penyelesaiannya.

Pamer Mobil, DPR Menuai Kritik; Bentley Seharga Rp 7 Miliar

Guru Besar Ilmu Politik Universias Indonesia (UI), Prof Iberamsyah menilai gaya hidup mewah yang dipertontonkan oleh anggota DPR RI, khususnya dalam hal pamer mobil mewah Bentley seharga Rp7 miliar, menunjukkan jika anggota legislatif itu tidak mempunyai sense of crisis.

”Itu membuktikan anggota DPR hidup dengan gaya hedonisme. Gedung DPR tak ubahnya sebuah display mobil-mobil mewah,”ujarnya dihubungi di Jakarta Minggu malam kemarin.

Subscribe to Subscribe to