Indonesia dan Tender Infrastruktur 2020

Apa yang Terbaca dari Data?
Laporan Redflag Infrastruktur

Dalam 10 tahun terakhir, 53% tender publik di Indonesia adalah tender untuk proyek konstruksi. Tercatat, kasus korupsi proyek infrastruktur meningkat 50% di Indonesia antara tahun 2015 dan 2018. Pada tahun 2020, Indonesia melaksanakan 48,83% tender infrastruktur (36.871 tender) dari total 75.326 tender. Secara total, selama tahun 2020, nilai kontrak untuk semua tender infrastruktur adalah Rp183,77 triliun (USD12,8 miliar). 

Laporan ini bertujuan untuk menilai sejauh mana data tender infrastruktur dapat dianalisis. Selain itu, juga mencakup sejauh mana metodologi dan indikator red flag ICW dan/atau OCP  dapat diterapkan pada proyek dan kontrak infrastruktur; dan apakah ada indikator red flag tambahan yang harus ditambahkan ke metodologi red flag ICW dan/atau OCP yang akan sangat penting atau berguna untuk infrastruktur.

Studi ini akan menilai data yang tersedia di Opentender.net berdasarkan 3 (tiga) pedoman OCP (lihat metode dan ruang lingkup). Menggunakan indikator yang sudah diterapkan di platform Opentender, laporan tersebut menganalisis data proyek infrastruktur 2020 untuk melihat seperti apa analisisnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis data pengadaan dalam kurun waktu 1 Januari - 31 Desember 2020. Pada beberapa indikator, penelitian mencakup penelusuran daring secara manual untuk mencermati rekam jejak perusahaan.

Data pengadaan yang dianalisis untuk laporan ini terbatas pada proses tender dan tender cepat pada tahap perencanaan, pemilihan penyedia, dan penetapan pemenang untuk proyek infrastruktur. Tidak ada data yang tersedia untuk penelitian tentang proyek infrastruktur yang didanai oleh perjanjian kerangka kerja atau kemitraan publik-swasta. Dapat dikatakan bahwa Opentender sudah mencakup 100% data pemerintah tentang proyek infrastruktur yang didanai menggunakan APBN.

Pada tahun 2020, terdapat 37.977 (48,06%) pengadaan terkait infrastruktur menggunakan metode tender dengan nilai total Rp183,77 Triliun (USD12,8 Miliar). Analisis ini dilakukan terhadap setiap kumpulan data yang tersedia pada Januari 2021. Beberapa kumpulan data dapat diperbarui oleh lembaga pengadaan setelah penelitian dilakukan dan tidak dimasukkan dalam analisis ini.

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan