Perempuan menjadi korban paling menderita akibat korupsi. Di sektor buruh migran, 80 persen diantaranya adalah perempuan yang bekerja di ranah domestik, korupsi sudah sedemikian merajalela, mulai proses rekrutmen hingga pemulangan buruh.
“Korupsinya sudah paripurna. Bulat,†tegas direktur eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, saat ditemui usai menjadi pembicara diskusi “Perempuan dan Pemberantasan Korupsi“ di Auditorium Universitas Paramadina, Kamis (1/3/2012).
Pemberitaan media akhir-akhir ini banyak menampilkan perempuan yang terlibat dalam kasus korupsi. Benarkah kini aktor korupsi sudah mulai bergeser dari laki-laki ke perempuan?
Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Diansyah, menyampaikan pidato saat menerima penghargaan Charta Politika Award untuk kategori aktivis/pengamat politik paling berpengaruh pada 2011 di Jakarta, Selasa (28/2).
Riset Korupsi dalam Pemilihan Kepala Daerah