Tunjuk Bambang Soesatyo Sebagai Ketua DPR, Langkah Partai Golkar Mengecewakan

Foto: Tribunnews.com

Hari ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dijadwalkan melantik Bambang Soesatyo sebagai Ketua DPR pengganti Setya Novanto. Sudah menjadi rahasia umum, kursi Ketua DPR merupakah jatah Partai Beringin. Pelantikan tersebut menindaklanjuti surat penunjukan Partai Golkar dibawah pimpinan Airlangga Hartarto.

Pekerjaan Rumah DPR

Waiting for the Courage of the Golkar Party and the House of Representatives’ Ethics Board

Foto: Republika.co.id

Despite having been named as a suspect in the e-KTP mega corruption case, and detained by the Corruption Eradication Commission (KPK), Setya Novanto does not budge from his position as the Speaker of the House and Chairman of the Golkar Party.

Through a letter, on 21 November, Setya requested the leadership of the Golkar Party and the leadership of the House of Representatives not to discuss his termination as Chairman of Golkar, or as Speaker of the House, and to provide him with the opportunity to prove his innocence.

Menanti Nyali Partai Golkar dan MKD DPR

Foto: Nasional Tempo

Meski sudah menjadi tersangka kasus mega korupsi KTP Elektronik dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setya Novanto bersikukuh enggan mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar.

Melalui surat, pada Selasa (21/11) lalu, Setya meminta DPP Partai Golkar dan pimpinan DPR tidak membahas pemberhentian dirinya sebagai Ketua Umum Golkar ataupun Ketua DPR dan memberinya kesempatan untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah.