Vonis Ringan Hakim Untungkan Koruptor

Pemberantasan  korupsi  harus  dilakukan  dengan  berbagai  upaya,  baik  pencegahan  maupun  penindakan.  Pengorganisasian  masyarakat, advokasi  isu,  maupun  sosialisasi  kebijakan  anti  korupsi  merupakan  hal  yang  tidak  dapat  dilepaskan  dari  upaya  tersebut,  termasuk  dalam  penegakan  hukum.  Lembaga  peradilan  merupakan  salah  satu  ujung  tombak  pemberantasan  korupsi,  terutama  dalam  upaya  penjeraan  koruptor. 

Sejak  tahun  2005  hingga  saat  ini,  Indonesia  Corruption  Watch  (ICW)  rutin  melakukan  pemantauan  dan  pengumpulan  data  vonis  tindak  pidana  korupsi,  mulai  tingkat  Pengadilan  Tipikor  (sebelumnya  juga  Peradilan  Umum),  Pengadilan  Tinggi,  hingga  Mahkamah  Agung,  baik  kasasi   maupun   Peninjauan   Kembali   (PK).   Melalui   pemantauan   ini,   dapat   diidentifikasi   siapa   yang   paling   banyak   melakukan   korupsi,  putusan  pengadilan  paling  berat  bagi  koruptor,  rata-rata  putusan  pengadilan  bagi  koruptor,  dan  potensi  kerugian  negara  dari  perkara-perkara   korupsi   yang   berhasil   terpantau.   Hasil   pemantauan   ini   juga   sekaligus   menjadi   dasar   dalam   memberikan   rekomendasi   bagi  Mahkamah  Agung  dan  Komisi  Yudisial  untuk  melakukan  perbaikan  kinerja  pelaksanaan  fungsi  pengawasan. 

Metolodogi   pemantauan   yang   digunakan   ICW   adalah   dengan   mengumpulkan   data   perkara   korupsi   yang   diperiksa   dan   diputus   oleh  Pengadilan   Tingkat   Pertama   di   Pengadilan   Tipikor,   banding   di   Pengadilan   Tinggi,   kasasi,   maupun   upaya   Peninjauan   Kembali   di  Mahkamah  Agung.  Data  kemudian  diolah  dan  dianalisis.  Adapun  sumber  yang  menjadi  acuan  dalam  pengumpulan  data  adalah  putusan  pengadilan  dari  laman  resmi  (website)  Mahkamah  Agung  maupun  Pengadilan  Negeri,  Pengadilan  Tinggi,  serta  pemberitaan  dari  media  massa  nasional  maupun  daerah.  Pengumpulan  data  dalam  laporan  ini  terbatas  pada  putusan  pengadilan  yang  diunggah  dan  dikeluarkan  pada  1  Januari  2017  hingga  30  Juni  2017. 

Dari   hasil   tabulasi   data   yang   dilakukan,   tidak   sedikit   data   yang   tidak   teridentifikasi.   Hal   ini   disebabkan   masih   ada   putusan   yang   tidak  ditemukan  pada  Direktori  Putusan  Mahkamah  Agung  maupun  dari  sumber  berita  di  media.

AttachmentSize
PDF icon TREN VONIS SEMESTER 1 TAHUN 2017.pdf2.14 MB

Berita Terkait

Foto: Dok ICW

Tahun ini ICW kembali menyelenggarakan AKJA dengan kategori karya foto jurnalistik, karikatur dan...

Foto: mahkamahkonstitusi.go.id

Publik dikejutkan dengan berita digelarnya uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon hakim...

Foto: Tribunnews.com

Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI mengungkap kasus korupsi pengadaan 65 kapal...

Foto: Nasional Tempo.co

Agus Rahardjo said KPK investigators are working hard to resolve the corruption case of...