ICW Masuk Peringkat Dunia "Think Tank"

Indonesia Corruption Watch (ICW) menempati posisi 22 dunia dari 63 lembaga think tanks untuk kategori Top Good Governance and Transparency Think Tanks.

Indonesia Corruption Watch (ICW) kembali menduduki peringkat 22 dalam “Global Think Tank Index” versi The Lauder Institute of the University of Pennsylvania, USA. Setelah tujuh kali berturut-turut sejak tahun 2010 mendapat peringkat 30 besar, tahun 2017 ICW masuk menduduki peringkat 22 dalam kategori “Top Transparency and Good Governance Think Tank”. Adapun ICW mendapat peringkat 63 untuk “Think Tank to Watch 2018”.

Terdapat empat kategori top think tank yang digunakan untuk menyusun index, yakni top think tanks skala global, top think tanks berdasarkan region, top think tanks berdasarkan area riset, dan top think tanks berdasarkan capaian khusus. Top Transparency and Good Governance Think Tanks yang didapat ICW adalah bagian atau sub-kategori top think tanks berdasarkan area riset.

Indeks Global Go To Think Tank adalah hasil survei internasional yang dilakukan oleh Think Tank and Civil Society Program, yang berada di bawah Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat. Program ini melakukan penelitian tentang lembaga yang berfokus pada kebijakan publik dan peran masyarakat sipil dalam kebijakan publik tersebut. Lembaga yang terlibat dalam penelitian ini bisa berupa lembaga pemerintah ataupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Untuk tahun 2017, The Lauder Institute melibatkan kurang lebih 3750 informan kunci yang terdiri dari akademisi, jurnalis, pejabat publik, peneliti independen dan lembaga donor dari berbagai belahan dunia serta 900 ahli dan spesialis. Sementara itu, terdapat 7.815 think tanks dari seluruh penjuru dunia, baik yang ada di Benua Afrika, Asia, Eropa, Australia, Amerika Utara dan Latin yang dinilai oleh tim dari The Lauder Institute.

Beberapa hal yang diukur untuk menyusun Global Top Think Tanks Index adalah kualitas dan komitmen dari pimpinan lembaga, kualitas dan reputasi para staff, kualitas dan reputasi atas hasil analisis dan penelitian yang dilakukan, kemampuan dalam melibatkan ahli dan akademisi bereputasi besar dalam berbagai kajian, dampak yang dihasilkan dari penelitian atau program yang dikerjakan bagi pengambil keputusan dan aktor pembuat kebijakan lainnya, kemampuan menyusun dan menghasilkan produk penelitian yang independen, kemampuan mengakses para tokoh kunci di pemerintahan, kemampuan meyakinkan pengambil keputusan dan tokoh kunci di pemerintahan untuk membangun kerja sama, semua output dan produk yang dihasilkan organisasi/lembaga, kegunaan dari produk yang dihasilkan untuk kepentingan advokasi, keterlibatan publik dan penelitian, reputasi di media massa, kemampuan manajemen dan organisasi yang baik, pengaruh atau dampak program yang dikerjakan kepada masyarakat luas, dan lain sebagainya.

Dalam laporan yang telah dikeluarkan pada 31 Januari 2018, Indonesia Corruption Watch (ICW) menempati posisi 22 dunia dari 65 lembaga think tanks untuk kategori Top Good Governance and Transparency Think Tanks. Sementara pada level Asia untuk kategori yang sama, ICW menduduki peringkat 2 setelah Development Alternatives dari India. Pada tahun sebelumnya (2016), ICW menduduki posisi 20 dunia, yang berarti ada penurunan 2 peringkat pada tahun 2017 kemarin.

Untuk laporan lengkap Global Think Tanks Index 2016, dapat diunduh di website: https://repository.upenn.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1012&context=think_tank

Counter:
346

Foto: Dok.ICW

Bukan karena buah apel khasnya, melainkan karena korupsi massal yang terjadi di DPRD Kota Malang.

Foto: Dok.ICW

Penegak hukum mulai saat ini harus melebarkan penanganan kasus korupsi dengan mengenakan pasal...
Penangkapan 41 anggota DPRD Kota Malang terkait korupsi APBD membuat publik kembali mempertanyaka

Foto: Dok.ICW

Putusan MA membuat mantan napi tiga tindak pidana kejahatan serius di atas dapat berkontestasi di...