Harta Menteri LH Gusti Muhammad Hatta Rp 467 Juta

Baru Dua Bulan Masuk Kabinet

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin mengumumkan kekayaan dua menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Kekayaan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Men PAN) Evert Ernest Mangindaan tercatat Rp 4,9 miliar dan Menteri Lingkungan Hidup (Men LH) Gusti Muhammad Hatta Rp 467 juta.

Menurut Mangindaan, hartanya justru menyusut dalam dua tahun terakhir. Sewaktu melapor pada 2008, kekayaan pria kelahiran Manado itu Rp 6,9 miliar. Tapi, setelah menjadi menteri, kekayaannya justru berkurang Rp 2 miliar. ''Harta saya menyusut karena banyak sebab. Dulu saya punya beberapa petak lahan untuk perikanan. Tapi, sekarang banyak yang rusak akibat tanah longsor,'' ungkapnya di gedung KPK kemarin.

Selain itu, dia memiliki tiga orang anak yang membutuhkan biaya pendidikan. "Saya sampai menjual mobil untuk biaya pendidikan mereka,'' jelasnya. Terutama untuk membiayai kedua putranya guna mendapatkan gelar master dan doktor. ''Saya berharap, mereka bisa berguna bagi negara,'' ucapnya.

Sewaktu pemilu legislatif lalu, Mangindaan juga merogoh tabungan. ''Tabungan banyak berkurang karena untuk membeli bendera selama kampanye,'' imbuh mantan gubernur Sulawesi Utara itu. Kini giro dan tabungannya tinggal Rp 210 juta.

Sementara itu, Gusti Muhammad Hatta mengungkapkan, kekayaannya memang tidak banyak. Sewaktu melaporkan kekayaannya tiga tahun lalu, hartanya Rp 479 juta. Kini, setelah menjadi menteri, jumlahnya turun menjadi Rp 467 juta. ''Kekayaan saya menyusut karena saya menjual mobil Datsun 1978,'' ungkapnya. Satu-satunya kendaraan pribadi yang dia miliki saat ini Mazda Vantrend 1990-an.

Tabungan dolar guru besar di Universitas Lambung Mangkurat itu pun tak besar. Hanya USD 1.000 (sekitar Rp 9,3 juta). ''Itu dulu ceritanya saya mau ke Taiwan. Karena itu, harus menukar rupiah ke dolar. Tapi, tak jadi berangkat. Jadi, dolarnya saya biarkan saja,'' ungkapnya.

Selain dua menteri KIB II, KPK mengumumkan kekayaan mantan Mensos Bachtiar Chamsyah. Lembaga antikorupsi itu mencatat kekayaan Bachtiar Rp 3,1 miliar, menyusut Rp 300 juta jika dibandingkan dengan laporan tiga tahun sebelumnya. ''Saya dulu punya rumah di Medan, namun saya hibahkan ke anak saya. Sekarang saya tinggal bersama anak. Maklum, sudah tua dan istri baru saja meninggal,'' jelas Bachtiar. Menurut catatan KPK, seluruh menteri Presiden SBY memang sudah melaporkan harta kekayaannya. Yang belum melapor tinggal enam orang wakil menteri.

Sejatinya, dalam acara kemarin, mantan Menristek Kusmayanto Kadiman juga hendak mengumumkan hartanya. Namun, mantan rektor ITB itu absen karena ada keperluan.

Wakil Ketua KPK Haryono Umar mengungkapkan, pekan depan masih ada menteri dan mantan menteri yang melaporkan kekayaannya. ''Kepatuhan semcam ini patut kami apresiasi,'' jelasnya. (git/oki)

Sumber: Jawa Pos, 22 Januari 2010

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan