Politicization of the Novel Baswedan Joint Fact Finding Team

Sumber: Dok.ICW

The National Police Headquarters has created a Joint Fact Finding Team (TGPF) for the Novel Baswedan case. However, the team consisting of representatives of diverse groups is considered political and its effectiveness is doubted.

Politisasi TGPF Novel Baswedan

Sumber: Dok.ICW

Mabes Polri membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan. Tapi tim yang terdiri dari berbagai kalangan tersebut dianggap politis dan diragukan efektivitasnya.

One Year After the Assault on Novel Baswedan

Foto: Dok.ICW

April 11, 2018 is exactly 1 year after the assault against KPK investigator Novel Baswedan. A year ago, in the early hours of the morning, Novel was attacked by two unknown motorists who splashed acid on Novel's face. The incident resulted in damage to Novel's eye, which until now still has to undergo a series of medical treatments in Singapore.

Setahun Penyerangan Novel Baswedan

Foto: Dok.ICW

11 April 2018​ lalu, tepat 1 tahun penyerangan yang terjadi kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Setahun lalu pada dini hari, Novel diserang oleh dua orang pengendara motor tidak dikenal yang menyiramkan air keras pada wajah Novel. Akibat yang ditimbulkan dari kejadian tersebut adalah rusaknya mata Novel, yang hingga kini masih harus menjalani serangkaian perawatan medis di Singapura.

11 April 2018: Satu Tahun Berlalu Tanpa Keadilan Bagi Novel Baswedan

Foto: Dok.ICW

Dalam kurun waktu satu tahun, begitu banyak hal terjadi di Indonesia. Puluhan pejabat silih berganti mengisi atau meninggalkan bangku kekuasaan, Aparatur Sipil Negara (ASN) tersandung kasus korupsi, hingga gegap gempita nuansa politik jelang Pemilihan Kepala Daerah serentak di 171 daerah seantero Indonesia. Namun, satu tahun berlalu, pengungkapan kasus penyerangan terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tetap stagnan.

10 Bulan Teror Novel Baswedan

Foto: Dok.ICW

TEPAT 11 Februari 2018 merupakan bulan kesepuluh pasca teror yang menimpa salah seorang penyidik KPK Novel Baswedan. Jangankan mendapatkan pelaku utama, faktanya hingga saat ini pihak kepolisian tak kunjung berhasil mengungkap dua orang pelaku penyiraman air keras tersebut. Lambatnya pengusutan teror itu sebenarnya akan semakin meruntuhkan ekspektasi publik terhadap penegakan hukum di Indonesia.

9 Months After the Attack on Novel, Jokowi’s Commitment is Put to the Test

Foto: The Jakarta Post

Thursday, January 11, 2018, is exactly nine months after the attack against Corruption Eradication Commission (KPK) investigator Novel Baswedan. In the period, there has been no clear information on the result of investigation conducted by the Police of the Republic of Indonesia. Since the incident occurred, the Police has not indeed remained silent; several steps having been taken as described by Tempo.

9 Bulan Penyerangan Novel, Komitmen Jokowi Diuji

Foto: Dok.ICW

Kamis, 11 Januari 2018, tepat sembilan bulan pasca penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Selama kurun waktu itu pula belum ada titik terang atas hasil pengusutan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sejak insiden terjadi, Kepolisian memang tidak berdiam diri, beberapa langkah telah diambil seperti yang pernah dipaparkan media Tempo.

Presiden Jokowi Harus Bentuk TGPF untuk Novel Baswedan

Foto: Dok.ICW

Sembilan bulan sudah penyerangan terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan terjadi, tapi tidak ada titik terang pengusutan penyerangan tersebut oleh Kepolisian Republik Indonesia. “Pencapaian” Polri dalam mengungkap perkara ini hanya dilansirnya sketsa wajah yang diduga sebagai penyerang Novel Baswedan, pada November 2017 lalu, dibarengi dengan nomor hotline yang bisa dihubungi manakala masyarakat memiliki informasi terkait para pelaku.

Gelapnya Penanganan Kasus Penyiraman Novel Baswedan

Ilustrasi Novel Baswedan

Ilustrasi Novel Baswedan

Antikorupsi.org, Jakarta, 13 Oktober 2017 -- 11 Oktober 2017 lalu adalah tepat enam bulan pasca insiden penyiraman air keras terhadap salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan, Selama kurun waktu itu pula, kasus yang ditangani Kepolisian ini tidak mendapat titik terang sama sekali. Seiring dengan terangnya mata Novel Baswedan dalam melihat, malah semakin gelap penanganan kasusnya.