Sumber: Dok.ICW

Telusuri Latar Belakang dan Kinerja Caleg Sebelum Menentukan Pilihan

Pengantar

Pemilu presiden dan legislatif yang akan diadakan pada 17 April 2019 semakin dekat. Di TPS, pemilih nantinya akan dihadapkan pada lima kertas suara, yaitu kertas suara pemilu presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota.

Kertas suara pemilu presiden akan lebih sederhana dan dimengerti publik karena hanya ada dua pasang calon, yaitu Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun di pemilu legislatif, akan ada 16 nama partai politik (untuk DPRD Aceh akan ada 20 partai politik). Tidak hanya itu, dalam tiap surat suara akan ada 3 hingga 12 nama caleg pada tiap-tiap partai politik. Dapat dibayangkan, bagaimana bingungnya pemilih melihat daftar partai dan nama caleg di surat suara.

Agar tidak instan menentukan pilihan di bilik suara, pemilih harus sudah matang menentukan pilihan. Penentuan pilihan tersebut sebaiknya melewati proses mempertimbangkan visi, misi, dan rekam jejak caleg yang bersangkutan. Mengenali dengan cermat rekam jejak caleg akan meminimalisir potensi salah pilih caleg dalam pemilu. Sebab, pilihan pemilih ini akan dikonversi menjadi nama-nama wakil rakyat yang akan menduduki kursi legislatif lima tahun ke depan.

Majunya era teknologi dan era keterbukaan informasi pada dasarnya mempermudah pemilih dalam mencari tahu rekam jejak caleg mereka. Ada banyak sumber informasi yang dapat ditelusuri pemilih. Misalnya, website KPU untuk melihat riwayat hidup caleg, website DPR RI dan DPRD untuk melihat kinerja lembaga legislatif, putusan tindak pidana korupsi, pemberitaan-pemberitaan di media, dan sumber lainnya.

Kebutuhan informasi mengenai caleg menjadi latar belakang kami, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerhati pemilu, untuk menyediakan informasi caleg bagi pemilih. Ditambah lagi, informasi dan perbincangan seputar pemilu presiden lebih mendominasi dan menenggelamkan perhatian publik terhadap caleg. Memanfaatkan kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, kami membentuk portal informasi yang salah satu tujuan utamanya adalah membantu pemilih mengenal lebih jauh caleg pemilu 2019.

Berikut penjelasan mengenai portal informasi yang kami kembangkan tersebut:

  • JariUngu.com

JariUngu.com dibangun pada 2009. Saat itu, portal ini dibangun sebagai media komunikasi konstituen dengan para anggota legislatif terpilih. Dalam perkembangannya, Jari Ungu menjadi salah satu rujukan bagi pemilih untuk mencari tahu daftar caleg di pemilu 2014 dan 2019.

Ada lebih dari 240 ribu profil caleg di jariungu.com. Melalui fitur “Saring Caleg”, pemilih dimudahkan mencari daftar caleg tidak hanya berdasarkan partai dan daerah pemilihan, tetapi juga keterlibatan dalam kasus korupsi, kesediaan mempublikasikan daftar riwayat hidup, partai pendukung calon presiden tertentu, petahana, atau jender.

  • PintarMemilih.id

Pintarmemilih.id dikembangkan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Dilaunching pada 19 Februari 2019, pintarmemilih.id menyediakan data dan informasi Pemilu 2019 terutama data daerah pemilihan, profil partai, profil calon presiden, profil calon anggota DPR RI, profil calon anggota DPD RI, profil calon anggota DPRD Provinsi, profil calon anggota DPRD Kabupaten/Kota, jadwal, dan tahapan Pemilu 2019.

Pintarmemilih.id hadir dengan tujuan menjadikan pemilih siap menghadapi Pemilu 2019 dengan bekal informasi memadai. Pintarmemilih.id dikelola Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) atas dukungan Google Indonesia.

  • Kenali Caleg

Kantor Berita Radio (KBR) menambahkan fitur pencarian informasi caleg di situs KBR www.kbr.id . Tujuannya adalah untuk menginformasikan profil caleg DPR RI di pemilu 2019.  Tidak hanya itu, melalui fitur baru ini KBR banyak menginformasikan berita-berita seputar pemilu 2019 dan kiat-kiat yang bisa diterapkan pemilih dalam memilih caleg agar tidak kecewa di kemudian hari.

Fitur ini dikembangkan agar pemilih dapat menimbang daftar caleg di daerah pemilihan mereka sebelum menentukan pilihan. Menurut KBR, rekam jejak adalah salah satu hal yang mesti menjadi pertimbangan pemilih karena sudah banyak yang kecewa karena ketika sudah memperoleh kursi mereka tak lagi peduli kepada pemilihnya.

  • RekamJejak.net

Rekam Jejak dilaunching Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 24 Februari 2019. Melalui situs rekamjejak.net, ICW ingin menyediakan dan menghimpun informasi mengenai politik, bisnis, dan jejak kasus anggota DPR RI 2014-2019. Informasi tersebut disediakan dengan memanfaatkan keterbukaan informasi mengenai riwayat hidup, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), putusan kasus korupsi, akte perusahaan, informasi pengadaan barang dan jasa, dan berita-berita seputar anggota DPR atau kasus korupsi.

Pada pemilu 2019 ini, Rekam Jejak dapat digunakan pemilih untuk melihat rekam jejak calon anggota legislatif DPR RI petahana, khususnya mengenai isu korupsi. Misalnya, apa pendapat anggota DPR mengenai upaya pemberantasan korupsi, wacana revisi UU KPK, hingga dugaan keterlibatan kasus korupsi. Tidak hanya itu, publik juga dapat menambahkan informasi yang relevan untuk kemudian ICW verifikasi dan publikasikan.

  • WikiDPR.org

Wiki DPR dibentuk pada 2014. Situs ini adalah bentuk inisiatif warga yang merespons kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Tujuan pembentukan situs ini yaitu agar warga dapat mengetahui dan mencermati kinerja wakilnya di Senayan. Bahkan, pembaca dapat melihat keaktifan atau kontribusi anggota dewan dalam ruang-ruang sidang.

Untuk menyajikan informasi yang mendalam mengenai kinerja anggota DPR 2014-2019, Wiki DPR relawan Wiki DPR melakukan reportase lapangan dengan mengikuti sidang-sidang pembahasan suatu UU atau kebijakan. Wiki DPR kemudian menuliskan hasil pengamatan dan rekaman sidang untuk kemudian dipublikasikan di wikiDPR.org.

  • IklanCapres.id

Iklancapres.id dikembangkan oleh Yayasan Satu Dunia pada 2018. Situs ini menyajikan hasil pemantauan SatuDunia terhadap konten kampanye kedua tim capres-cawapres Pemilihan Presiden 2019 di media sosial utama, terutama terkait isu masyarakat sipil. Situs ini juga akan menayangkan data belanja iklan kedua kubu di televisi  dan koran di 3 kota, yaitu DKI Jakarta, Makassar, dan Banjarmasin.

Tujuan utama situs ini adalah untuk membantu upaya-upaya analisis, kritik, dan pemantauan terhadap perilaku beriklan para capres, baik dari segi konten iklan kampanye maupun besarnya belanja iklan kedua kubu.

Simpulan

Dengan adanya portal ini, diharapkan pemilih tidak asal pilih, demi terciptanya lembaga legislatif yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Kami menghimbau agar:

  • Pemilih menggunakan berbagai akses informasi untuk memperhatikan latar belakang dan kinerja caleg sebelum memilih.
  • Rekan-rekan media dan jurnalis turut berkontribusi dalam menyebarluaskan informasi mengenai portal ini dan turut mengingatkan publik untuk menelusuri informasi caleg, mengingat hari pemungutan suara sudah semakin dekat.

 

Rabu, 12 Maret 2019

Jari Ungu – Perludem – KBR – Wiki DPR – ICW – Satu Dunia

Counter:
348

foto: okezone.com

Komposisi Pansel Capim KPK sebagiannya mengandung masalah serius. Dengan komposisi yang ada, ada...
Jika dilihat tren penindakan KPK selama kurun waktu 2015-2018 selalu mengalami kenaikan. Paling...
foto: idntimes.com
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak bertindak tegas terhadap pemecatan PNS terpidana...
foto: law-justice.co
Dunia peradilan kembali dirundung awan gelap. Satu orang Hakim serta pihak swasta dan juga seorang...