Foto: Dok.ICW

Mencetak Guru Antikorupsi, ICW Menyelenggarakan Sekolah Antikorupsi (SAKTI) Guru

Institusi pendidikan sejatinya tempat untuk menyemai nilai-nilai kebaikan sekaligus mempersiapkan anak bangsa menjadi warga yang baik. Namun berbagai penelitian justru menemukan masalah banyak muncul dari tempat tersebut seperti korupsi, intoleransi, dan radikalisme. Karena itu, memperbaiki institusi pendidikan menjadi sebuah keharusan. Salah satu cara yang bisa dilakukan, memulainya dari lingkungan sekolah khususnya melalui guru.

Kualitas guru menjadi hal yang penting, sebab guru akan mengajar dan mendidik peserta didik di sekolah. Apabila guru tidak memiliki kualitas yang mumpuni, maka bisa dibayangkan seperti apa peserta didik yang akan dihasilkan. Sedangkan peserta didik merupakan bagian dari generasi penerus bangsa yang harus memiliki nilai integritas untuk memperbaiki Indonesia di masa yang akan datang.

Maka, seorang guru tidak hanya harus mengerti dan memahami dengan baik tentang nilai-nilai integritas, tapi juga mempraktekkannya di lingkungan sekolah agar para peserta didik terbiasa dan mampu mencontoh. Selain itu, guru yang berintegritas perlu memiliki pengetahuan pendidikan, ilmu pendidikan atau pedagogi yang berorientasi melawan ketidakadilan, dan memiliki pengetahuan yang berurusan dengan antikorupsi.

Mengingat pentingnya melahirkan guru berintegritas, memiliki pedagogi berorientasi kepada keadilan sosial, dan memiliki pengetahuan antikorupsi, maka ICW mengadakan Sekolah Antikorupsi (SAKTI) yang dikhususkan untuk guru dari berbagai tingkat pendidikan. Sekolah ini bertujuan untuk melahirkan guru antikorupsi yang dapat mendorong penanaman nilai antikorupsi di lingkungan sekolah. Kegiatan SAKTI Guru ini diikuti oleh 25 guru dari berbagai jenjang pendidikan yang berasal dari 20 provinsi.  

Seleksi SAKTI Guru ini memiliki tiga tahapan. Pertama, seleksi administrasi, total pendaftar sebanyak 106 guru dari seluruh Indonesia dan yang lolos seleksi tahap pertama sebanyak 87 orang. Kedua, seleksi kuliah online di www.akademi.antikorupsi.org selama tiga minggu dengan mengerjakan 4 dari 8 modul mata kuliah pedagogi kritis. Pada tahap ini ada sebanyak 51 orang yang lolos. Ketiga, tahap wawancara, dari 51 orang, ada 25 yang lolos tahap akhir dan mengikuti SAKTI Guru di Jakarta pada 18-22 Maret 2019.

Jakarta, 18 Maret 2019

Indonesia Corruption Watch

Counter:
180

foto: okezone.com

Komposisi Pansel Capim KPK sebagiannya mengandung masalah serius. Dengan komposisi yang ada, ada...
Jika dilihat tren penindakan KPK selama kurun waktu 2015-2018 selalu mengalami kenaikan. Paling...
foto: idntimes.com
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak bertindak tegas terhadap pemecatan PNS terpidana...
foto: law-justice.co
Dunia peradilan kembali dirundung awan gelap. Satu orang Hakim serta pihak swasta dan juga seorang...