Request for Interest - Development OpenTender v3

Platform Pemantauan Pengadaan Barang dan Jasa
Request for Interest / Quotation
Application deadline: 14 Mei 2019
Place of work: Jakarta
 
Platform Pemantauan Pengadaan Barang dan Jasa OpenTender versi 3
 
Indonesia Corruption Watch adalah lembaga masyarakat sipil yang berkomitmen untuk memberantas korupsi lewat upaya-upaya pemberdayaan rakyat agar dapat terlibat aktif melawan praktek korupsi. Salah satu upaya ini adalah dengan mengembangkan dan menyediakan instrumen-instrumen bagi masyarakat untuk mengawasi jalannya pemerintahan.
 
Di sektor Pengadaan Barang dan Jasa, ICW bekerjasama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dalam mengembangkan instrumen bernama OpenTender untuk mengawasi belanja negara. Instrumen yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2013 ini digunakan untuk mengidentifikasi paket-paket lelang yang beresiko tinggi serta rawan terjadi penyelewengan anggaran.
 
Sejak diluncurkan, instrumen ini telah digunakan baik oleh masyarakat sipil maupun aparat pemerintah. ICW serta beberapa organisasi nirlaba lokal di berbagai daerah menggunakan OpenTender untuk menemukan indikasi penyelewengan PBJ sebagai pijakan advokasi. Sementara aparat pemerintah, terutama inspektorat di kantor-kantor pemerintahan, menggunakan OpenTender untuk menemukan indikasi penyelewengan agar dapat ditindaklanjuti dengan proses audit.
 
Dalam usia 7 tahun, OpenTender kini telah sampai pada versi 2 dan mengalami banyak perkembangan, utamanya dalam mendefinisikan indikator-indikator resiko. Pada tahun 2019 ini, ICW akan mengembangkan OpenTender versi 3 untuk semakin menguatkan analisis dan fungsi-fungsi pemantauan belanja negara.
 
Permasalahan
 
Setelah ditandatanganinya Nota Kesepahaman ke-3 antara ICW dan LKPP pada tahun 2017, makin banyak data pengadaan publik yang disediakan oleh LKPP. Untuk OpenTender versi 3, ICW akan menitikberatkan pengembangan pada analisis atas Rancangan Umum Pengadaan serta belanja eKatalog. Secara teknis, versi baru ini juga diharap memiliki performa yang lebih baik serta mendukung penggunaan perangkat mobile secara lebih responsif.
 
Versi ini juga akan memperbaiki beberapa kekurangan pada versi sebelumnya, antara lain:
  • Feedback. Hingga versi 2, OpenTender belum dilengkapi fungsi feedback yang baik untuk melibatkan pengguna umum. Selain memberi feedback pada paket pengadaan tertentu, user juga dapat mengakses daftar feedback yang pernah ia kirimkan.
  • Backend. Menggunakan backend yang mampu memproses database besar, terutama dengan server-side processing dan database cache.
  • Charts. Grafik analisis yang ditampilkan masih belum konsisten dan perlu kategori yang lebih baik, khususnya untuk menganalisa tren kinerja PBJ.
  • OpenStreetMaps. Pada versi 2, OpenTender menginisiasi kerjasama dengan OpenStreetMaps untuk mengembangkan peta pengadaan nasional. Proses ini masih belum sempurna dan perlu diimplementasikan dengan lebih baik.
  • Maintenance. Pengembangan versi sebelumnya terhenti karena kurangnya keterikatan antara ICW dengan developer. Versi yang baru memerlukan komitmen developer untuk melakukan pemeliharaan sistem jangka panjang.
Hasil Pekerjaan
 
Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas, ICW meminta proposal dari pihak-pihak pengembang yang berminat terlibat mengembangkan sistem ini. Hasil yang diharapkan dari pekerjaan ini adalah:
- Versi 3 OpenTender sesuai spesifikasi terlampir
- Progress reports
- Technical documents
- User guide
- Administrator guide
- Maintenance
 
Referensi
 
OpenTender versi 1: http://v1.opentender.net
OpenTender versi 2: http://v2.opentender.net
Seluruh fungsi-fungsi utama yang ada dalam versi sebelumnya akan digunakan dalam versi 3.
 
Durasi Pekerjaan
 
Pekerjaan dilakukan dalam jangka waktu 4 bulan untuk menyelesaikan seluruh item pengembangan, serta 4 tahun untuk pemeliharaan teknis. Seluruh item pekerjaan pengembangan maupun pemeliharaan akan diatur dalam kontrak. Perjanjian pemeliharaan dapat diakhiri sesuai kesepakatan kedua pihak, atau diganti dengan dengan perjanjian baru untuk pekerjaan lanjutan atau pengembangan versi mayor berikutnya.
 
Kontak
 
Pengembang yang berminat dapat menghubungi email icw@antikorupsi.org sebelum tanggal 14 Mei 2019 dengan judul email "RFI Development OpenTender V3" dan dilengkapi Curriculum Vitae ketua tim pengembang, portfolio tim pengembang, serta concept note yang ditawarkan.
 
Calon-calon pengembang terpilih akan diundang oleh ICW pada bulan Mei 2019 untuk menyampaikan presentasi atas konsep yang ditawarkan berikut proposal pengembangan yang lebih rinci.
 
 
SPESIFIKASI OPENTENDER V3
 
Sebagai alat pemantauan, OpenTender memiliki 3 halaman utama setelah halaman depan (landing page), yaitu Database, Top 10, dan Charts. Setiap halaman ini memiliki filter/saringan untuk menyempitkan pencarian agar pengguna dapat fokus pada daerah atau kantor pemerintah yang hendak dipantau.
 
Filter yang saat ini digunakan di OpenTender adalah Tahun Anggaran, Jenis Pengadaan, Sumber Dana, LPSE (Instansi atau Daerah), UKPBJ/ULP, SKPD (Kantor Dinas), hingga lokasi pengadaan. Dalam versi 3, filter ini juga akan dilengkapi dengan filter menurut Metode Pengadaan (RUP/tender/tender cepat/e-katalog/pengadaan langsung/penunjukan langsung).
 
Berdasarkan filter yang dipilih, halaman utama juga menampilkan rangkuman data dari paket tersaring, termasuk jumlah paket, nilai total pagu/HPS/kontrak, nilai rata-rata pagu/HPS/kontrak, nilai rata-rata efisiensi Kontrak:HPS dan Kontrak:Pagu, jumlah LPSE, jumlah UPKBJ, jumlah SKPD, jumlah pemenang kontrak, serta nilai rata-rata skor resiko.
 
Database
 
Pada halaman database, pengguna versi 1 dan 2 dapat mencari dan membuka seluruh paket tender elektronik (eprocurement) nasional sejak sistem ini mulai digunakan di Indonesia pada tahun 2010. Dalam versi 3, halaman database akan diganti menjadi halaman “Tender”, dan diduplikasi dengan dua halaman baru, yaitu “RUP” dan “eKatalog”. Tabel RUP akan menjadi tabel utama sekaligus acuan bagi tabel Tender dan eKatalog dengan kode RUP yang sama. Halaman Tender tetap akan menampilkan daftar paket seperti dalam halaman “Database” versi sebelumnya, yaitu nama paket, nama perusahaan, nama LPSE, kategori, tanggal, nilai pagu/HPS/kontrak, dan skor resiko.
 
Pada tabel RUP, pengguna dapat membaca informasi nama paket, LPSE dan SKPD, tanggal awal/akhir pengadaan dan pekerjaan, tahun anggaran dan kode anggaran, jenis belanja, jenis pengadaan dan metode pengadaan, volume paket dan pagu, lokasi, serta deskripsi paket sesuai dengan Rencana Umum Pengadaan.
 
Sedangkan pada tabel eKatalog, pengguna dapat melihat daftar transaksi yang terjadi di eKatalog pemerintah, termasuk paket, jenis komoditas, tahun anggaran, nilai transaksi, volume transaksi, tanggal transaksi, dan LPSE pembeli.
 
Untuk membaca informasi paket yang lebih rinci, pengguna bisa klik pada nama paket dengan informasi umum berdasarkan data dalam tabel RUP. Selanjutnya, pada rincian tender pengguna dapat membaca informasi terkait nama propinsi dan kabupaten/kota lokasi pengadaan, nama perusaaan dan nama direktur yang memenangkan tender, tanggal pengumuman dan tanggal kontrak, jumlah peserta dan penawar dalam tender, serta skor resiko hasil analisis ICW. Sedangkan dalam rincian eKatalog, pengguna dapat melihat nama SKPD, lokasi, kode anggaran, nama dan jabatan panitia, nama dan alamat penyedia maupun distributor. Baik rincian tender maupun eKatalog akan dilengkapi dengan informasi RUP terkait paket tersebut dalam blok atau tab yang berbeda.
 
Untuk melihat riwayat pekerjaan perusahaan pemenang, pengguna bisa klik pada nama perusahaan. Pada halaman ini pengguna dapat melihat setiap paket pengadaan yang dimenangkan oleh perusahaan pada tahun anggaran tertentu maupun secara keseluruhan, berikut rangkuman data yang tersaring (jumlah paket, total anggaran, dll.) Sementara dengan klik pada nama LPSE atau SKPD, pengguna dapat membaca rincian paket serta rangkuman anggaran serupa atas paket-paket pengadaan yang dilakukan di instansi yang bersangkutan.
 
Halaman informasi paket dan riwayat pengadaan juga memungkin pengguna yang telah login untuk memberikan feedback. Dalam informasi paket, pengguna dapat memberi feedback berupa komentar, foto lokasi/barang, data GIS lokasi, serta penilaian/rating pengguna atas paket tersebut dari segi kualitas pengadaan dan ketepatan waktu (5-star-rating). Sementara di halaman riwayat pengadaan, pengguna dapat memberi informasi berupa tautan berita (URL) terkait performa perusahaan/instansi tersebut, serta memberi rating dari segi efisiensi maupun rekam jejak.
 
Di semua tabel daftar paket, nama paket akan diberi tanda merah bila skor resiko dalam kategori rawan (red-flag), dan nama penyedia akan diberi tanda hitam apabila penyedia masuk dalam daftar hitam LKPP. Pengguna dapat melakukan pencarian kata kunci spesifik atas data yang sudah disaring menurut filter dengan query pada nama paket, nama LPSE dan nama perusahaan. Setiap tabel yang ditampilkan, baik database paket maupun tabel riwayat pekerjaan dapat diurutkan (sorting) dengan klik pada nama-nama kolom yang ditampilkan.
 
Selain menampilkan tabel paket pengadaan sesuai filter, pengguna dapat mengunduh data hasil saringan dan pencarian dalam format-format file terbuka (ODS, CSV, XML, JSON, PNG, PDF). OpenTender juga menyediakan secure API untuk mendukung integrasi dengan platform pengawasan publik lain yang dikembangkan oleh ICW, terutama RekamJejak dan TrenKorupsi.
 
Top 10
 
Halaman Top 10 adalah tempat di mana pengguna dapat secara mudah dan cepat mencari paket-paket, perusahaan, atau instansi dengan nilai resiko tinggi untuk memulai kegiatan pemantauan. Halaman ini juga dilengkapi dengan filter/saringan yang sama dengan halaman database.
 
Tabel Top 10 pertama adalah daftar 10 paket dengan nilai resiko tertinggi berdasarkan filter. Di sini pengguna dapat segera menemukan nama-nama paket, perusahaan pemenang tender, tanggal pengumuman, nilai pagu/HPS/kontrak, serta skor resikonya. Daftar ini juga dapat diurutkan berdasar nilai pagu/HPS/kontrak, tanggal, atau efisiensi anggaran. Dalam OpenTender versi 3, tabel ini akan dilengkapi dengan daftar 10 paket termahal dari database RUP, eKatalog, lelang cepat, penunjukan langsung dan pengadaan langsung.
 
3 Tabel Top 10 berikutnya adalah daftar 10 perusahaan, LPSE dan SKPD dengan jumlah paket terbanyak. Untuk analisis lebih lanjut pengguna dapat mengurutkan berdasar nilai total pagu/HPS/kontrak serta nilai rata-rata efisiensi anggaran dan skor resiko.
 
Selain itu, sesuai pilihan KLDI (instansi atau daerah), pengguna juga dapat melihat daftar Kementerian/Lembaga Negara/BUMN atau Propinsi/Kabupaten/Kota yang paling beresiko. Tabel-tabel ini juga dapat diurutkan seperti tabel Top 10 lainnya.
 
Seperti juga tabel database, setiap tabel dalam halaman ini dapat dicapture/screenshot. Klik pada nama tabel akan membuka tabel yang sama dalam overlay, namun memuat data yang tidak dibatasi pada sepuluh daftar teratas (paginate).
 
Charts
 
Pada halaman Charts atau Trends, pengguna dapat melihat analisis grafis dari data pengadaan yang juga disaring menurut filter. Chart yang ditampilkan antara lain adalah sebaran paket berdasarkan nilai kontrak/HPS/pagu, kategori, sumber dana, jumlah peserta/penawar, nilai efisiensi, nilai resiko, nilai kontrak atau jumlah paket per LPSE/UKPBJ/SKPD, dan lain-lain. Data-data tersebut ditampilkan dengan berbagai chart menurut jenis data, antara lain dengan bar chart, line chart, pie chart, dll.
 
Untuk memperluas fungsi intergrasi OpenTender dengan OpenStreetMap yang diinisiasi pada versi 2 (tahun 2016), versi baru ini juga dapat menampilkan sebaran paket pengadaan berdasarkan lokasi (kabupaten/kota) serta input lokasi GIS dari feedback pengguna. Peta pengadaan ini juga ditampilkan menurut filter yang sama pada halaman Charts.
 
Jenis peta yang akan ditampilkan adalah peta tematik bersifat interaktif dengan model choropleth. Model peta choropleth dapat menggambarkan data kuantitatif dalam bentuk warna dan menunjukkan kepadatan, persentase, nilai rata-rata atau kuantitas dari suatu peristiwa dalam suatu wilayah geografis. Dokumen API OpenStreetMaps-OpenTender serta script OpenStreetMaps akan disediakan untuk developer.
 
Informasi Umum
 
Selain halaman data, OpenTender juga dilengkapi dengan informasi umum. Pada halaman depan pengguna akan disajikan informasi berikut:
- Berita OpenTender: dari tautan RSS website antikorupsi.org dengan kata kunci pengadaan
- Video OpenTender: dari playlist OpenTender pada channel youtube SahabatICW
- Random Summary: rangkuman data OpenTender yang ditampilkan menurut filter yang acak (Propinsi, Kabupaten/Kota, Kementerian, BUMN, dll)
- Profil, Panduan, Modul Pemantauan, Disclaimer: diambil dari website antikorupsi.org
- Kontak: form email untuk pengelola OpenTender
 
Halaman Admin
 
Pada halaman admin, pengelola dapat mengatur beberapa hal berikut ini:
- Edit tampilan halaman muka
- Edit tautan RSS yang menjadi sumber berita, video, profil, panduan, modul, disclaimer, dll
- Edit email tujuan contact form
- Edit Random Summary block
- Edit dan verifikasi input lokasi GIS per paket
- Review dan accept feedback pengguna
- Mengelola user yang terdaftar serta melihat jumlah feedback / foto upload per user
- Mengatur nama database LKPP versi terbaru
- Update score berdasarkan database LKPP terbaru
- Dashboard user: profil (nama lengkap, gender, email, lokasi), ganti password, daftar feedback
 
SQL Database
 
OpenTender menggunakan 2 database untuk menampilkan seluruh fungsinya. Database pertama adalah database system yang mengelola administrasi, input, feedback, dan lain-lain sesuai framework atau backend yang digunakan. Pada versi 1 OpenTender menggunakan database Drupal-7, dan pada versi 2 OpenTender menggunakan database CodeIgniter-3.
 
Database kedua adalah raw data yang disediakan oleh LKPP. Database ini bersifat statik dan diganti oleh database baru secara berkala. Sejak tahun 2017 database ini semakin dilengkapi oleh LKPP dengan data Rencana Umum Pengadaan, data Daftar Hitam, dan data ePurchasing (belanja katalog).
 
System Requirements
 
- nginx 1.15
- php 7.2
- mysql 5.8
 
Fungsi Umum
 
- tables functions: search, filter, sort, paginate, print, export
- feedback form (paket pengadaan)
- form captcha (feedback)
- foto upload (feedback)
- OpenStreetMaps GIS (paket pengadaan)
- integrasi dengan data RekamJejak.net (perusahaan/direktur)
- social media integration (login, feedback)
- user popup survey
- API OpenTender (dokumen API v2 disediakan)
Counter:
95

Foto: news.detik.com
DPR terlihat serampangan, tergesa-gesa, dan kental nuansa dugaan konflik kepentingan dalam...
Foto: katadata.co.id
Syarat SP3 dalam KUHAP ada tiga, yakni tidak ada bukti yang cukup, peristiwa yang disangkakan bukan...
Foto: beritasatu.com
Pemilihan Pimpinan KPK dan Ketua KPK oleh Komisi III DPR RI berakhir anti klimaks. Sebagaimana yang...
Foto: ksp.go.id
Masa depan pemberantasan korupsi terancam. Belum lagi selesai dengan proses pemilihan Pimpinan KPK...