Calon Bupati Kabupaten Merauke - Heribertus Silvinus Silubun Takafanem Kaize S.H.

https://papuaselatanpos.com/2020/06/11/penertiban-baliho-oleh-satpol-pp-merauke-heribertus-silubun-merasa-keberatan/

https://papuaselatanpos.com/2020/06/11/penertiban-baliho-oleh-satpol-pp-merauke-heribertus-silubun-merasa-keberatan/

  • Profil Singkat

Heribertus Silvinus Silubun merupakan politisi PDIP yang aktif menjabat sebagai anggota DPRD Kab. Merauke periode 2019-2024. Di Partai Banteng ini, ia dipercaya menjadi Ketua DPC PDIP Kab. Merauke. Sebelumnya, dia diketahui menjadi anggota DPRD setempat untuk kepengurusan 2014-2019 dari Partai Hanura. Periode sebelumnya, tepatnya periode 2004-2009 dia juga menjadi anggota DPRD Kab. Merauke dari Partai Hanura.

Ia berpasangan dengan Bambang Setiadji, Sekretaris DPC Partai Hanura Merauke di Pilkada tahun ini. Keduanya mantap berlaga di Pilkada dengan sokongan Partai Hanura, PPP, dan PDIP.

Heribertus melaporkan harta kekayaannya kepada KPK sebanyak empat kali. Saat menjadi anggota DPRD Kab. Merauke pada 2004, total harta kekayaannya mencapai Rp67.500.000. Di 2017, ketika menjadi anggota DPRD Kab. Merauke dari Partai Hanura, total harta kekayaan mencapai Rp1.959.552.686. Di tahun berikutnya, total harta kekayaannya sebesar Rp2.097.279.337. Di 2019, ketika dia menjadi anggota DPRD dari PDIP, total harta kekayaan mencapai Rp2.418.672.998

  • LHKPN
  1. 12 Juni 2004, total harta kekayaan Rp67.500.000 saat menjadi Anggota DPRD Kab. Merauke 2004-2009
  2. 31 Desember 2017, Total harta kekayaan Rp1.959.552.686 saat menjadi Anggota DPRD Kabupaten Merauke 2014-2019 Fraksi Hanura
  3. 31 Desember 2018, total harta kekayaan Rp2.097.279.337 saat menjadi Anggota DPRD Kabupaten Merauke 2014-2019 dan calon anggota DPRD Kab. Merauke 2019-2024 dari PDIP
  4. 31 Desember 2019, total harta kekayaan Rp2.418.672.998 saat menjadi Anggota DPRD Kab. Merauke 2019-2024 dan Ketua Fraksi PDIP setempat.
  • Catatan Lain yang Relevan

Heribertus diangkat sebagai anak adat dan dibubuhi marga baru Kaize pada 28 November 2019 di Kampung Wapeko. Namun, hal ini sempat menuai polemik dan protes dari kalangan intelektual Marind, Papua