Calon Gubernur Kepualaun Riau - Ansar Ahmad, S.E., M.M

http://www.dpr.go.id/blog/index/id/1920

http://www.dpr.go.id/blog/index/id/1920

 

  • Profil Singkat 

Ansar Ahmad merupakan Angotta Komisi V DPR RI Periode 20192024 fraksi Partai Golkar. Ia mengawali karier politik pada 2000 saat tepilih menjadi Wakil Bupati Kepulauan Riau. Pada 2005, ia sempat menjadi Plt. Bupati.

Ansar kemudian melanjutkan kariernya sebagai Bupati Bintan selama dua periode, yaitu pada 2005-2010 dan 2010-2015.  Pada Pilkada 20202, ia mencalonkan diri sebagai Gubernur Kepulauan Riau berpasangan dengan Marlin Agustina. Pasangan nomor urut 3 ini mendapatkan sokongan dari  Golkar, Nasdem, PAN, dan PPP.
 

  • Riwayat Hidup

  1. Tempat Lahir : Tanjungpinang

  2. Tanggal Lahir : 10 – April – 1964

  3. Jenis Kelamin : Lakilaki 

  4. Agama : Islam

  5. Alamat : Jl. Peralatan KM. 7 No. 3, RT 003 RW 004, Kecamatan Tanjungpinang, Kelurahan Melayu Kota Piring, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau

  6. Riwayat Pendidikan :

  • S1 UNRI Pekanbaru 

  • S2 Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka 

  1. Riwayat Organisasi :

  • Ketua Senat UNRI 1986 – 1989

  • Ketua Koperasi UNRI 1986 – 1989

  • Ketua KNPI Kabupaten Kepulauan Riau 1996 – 2000

  • Ketua Kosgoro Provinsi Kepulauan Riau 2004 – 2009

  • Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau 2005 – 2020

  • Ketua Dekopinwil Provinsi Kepulauan Riau 2010 – 2015

  • Ketua HSNI Kabupaten Kepulauan Riau 1996 – 2000

  1. Pekerjaan

  2. Politik :

  • Wakil Bupati Kepulauan Riau 2000 – 2005

  • Plt Bupati Kepulauan Riau 2005

  • Bupati Kabupaten Bintan 2005 – 2010

  • Bupati Kabupaten Bintan 2010 – 2015

  • Anggota DPR RI 2019 – 2024 Komisi 5

  1. Non Politik :

  • Kasubbag Program Kerja Sekretariat Wilayah tk. II, Kabupaten Kepulauan Riau 1994 – 1997

  • Plt Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah, Kabupaten Kepulauan Riau 1997 – 2000
     

  • Kerabat/Keluarga

  • (ISTRI)  Dewi Kumlasari, Wakil Ketua DPRD Kepulauan Riau

  • Roby Kurniawan (Anak) merupakan Calon Bupati Bintang 2020

 

  • Sikap/Pernyataan/Masalah Kebijakan/Keterlibatan pada Suatu Kasus

Diperiksa sebagai Saksi dalam Korupsi Alih Fungsi Hutan Lindung 

Pada 2008, saat menjabat sebagai Bupati Bintan, Ansar pernah diperiksa sebagai saksi oleh KPK dalam kasus suap alih fungsi hutan lindung yang dilakukan  Sekda Bintan Azriwan kepada anggota DPR, Al Amin Nur Nasution. 

  • LKHPN

Catatan atas Kepatuhan: Dari situs KPK terkait LHKPN, Ansar Ahmad diketahui melaporkan harta kekayaannya sebanyak 7 kali, yaitu pada 2001, 2005 (dua kali), 2010, 2015, 2018, dan 2019. Tidak ditemukan laporan harta kekayaannya saat menjabat sebagai Bupati Kepulauan Riau pada 2002, 2003, dan 2004, serta sebagai Bupati Bintan pada 2006, 2007, 2008, 2009, 2011, 2012, 2013, dan 2014.


 Catatan atas KewajaranLaporan harta Ansar Ahmad terbilang fluktuatif. Pada 7 mei 2005 tercatat hartanya kekayaannya sebesar Rp. .3.128.226.049 kemudian menurun pada 31 Desember 2005 menjadi Rp. 1.854.829.393. Akan tetapi dalam kurun waktu 2010 – 2015 terjadi lonjakan harta yang cukup signifikan dari Ansar Ahmad, pada tahun 2010 tercatat hartanya sebesar Rp. 2.197.178.894 kemudian melonjak pada tahun 2015 menjadi Rp. 5.417.273.208

  • Catatan Lain yang relevan

Dalam proses kampanye Pilkada Kepulauan Riau, Ansar Ahmad dilaporkan ke BAWASLU  oleh LSM setempat terkait dengan janji bagi-bagi motor kepada RT/RW se-provinsi Kepulauan Riau. Pengadaan bantuan sepeda motor itu diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp 200 Milliar dan menggunakan APBD Provinsi Kepulauan Riau.