Calon Gubernur Sumatera Barat - H Mahyeldi Ansarullah, SP

https://infopemilu.kpu.go.id/

https://infopemilu.kpu.go.id/

 

Profil Singkat 

Mahyeldi merupakan Wali Kota Padang selama dua periode, yaitu pada 2014 – 2019 dan 2019 – 2024. Ia memulai karier politiknya saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat pada periode 2004 – 2008. Karir politiknya kemudian berlanjut di 2009 saat menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang 2009 – 2014.

Pada Pilkada 2020, ia bersama dengan Audy Joinaldy maju sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. Pasangan calon nomor urut 4 ini mendapat dukungan dari PKS dan PPP.

 

Kerabat/Keluarga

  • Harneli Bahar (Istri)

  

LKHPN

Catatan atas Kepatuhan: Dari situs KPK terkait LHKPN, Mahyeldi tercatat telah menyampaikan laporan kekayannya sebanyak delapan kali. Laporan berdasarkan jabatannya sebagai berikut:

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat

  • Laporan tanggal 19 Januari 2004, harta kekayaan sebesar Rp. 170.921.905

  • Laporan tanggal 8 April  2008, harta kekayaan sebesar Rp. 73.301.916
     

Wakil Wali Kota Padang

  • Laporan tanggal 11 Agustus 2009, harta kekayaan sebesar Rp. 132.625.916

  • Laporan tanggal 9 Juli 2013, harta kekayaan sebesar Rp. .281.509.177

Wali Kota Padang

  • Laporan tanggal 21 November 2014, harta kekayaan sebesar Rp.911.106.726

  • Laporan khusus sebagai Calon Wali Kota Padang tanggal 2 Januari 2018, harta kekayaan sebesar Rp. 1.183.798.821

  • Laporan tanggal 31 Desember 2018, harta kekayaan sebesar Rp. 1.492.820.398

  • Laporan tanggal 31 Desember 2019, harta kekayaan sebesar Rp. 3.354.384.708

Berdasarkan catatan pelaporan LHKPN di situs KPK, tidak ditemukan laporan harta Mahyeldi saat menjabat Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat periode 2004 – 2009 untuk 2005, 2006, dan 2007. Saat menjabat sebagai Wakil Wali Kota Padang periode 2008 – 2013, tidak ditemukan laporan kekayaan untuk 2010, 2011, dan 2012. Saat menjabat sebagai Wali Kota Padang di periode 2014 – 2019, tidak ditemukan adanya laporan untuk 2015, 2016 dan 2017.

Data Laporan Khusus terkait persyaratan pemilukada sebagai calon kepala daerah belum ditemukan di website KPK.


Catatan atas KewajaranDalam kurun waktu 2014 – 2019, terjadi lonjakan harta kekayaan dari Mahyeldi yang cukup signifikan.  Saat menjabat sebagai Wali Kota padang pada 2014, harta kekayaannya Rp. 911.106.726. Lalu, meningkat menjadi Rp. 3.354.384.708 pada 2019.
 

Catatan Lain yang relevan

Mahyeldi mengabaikan Surat Edaran Wali Kota Padang yang ditekennya sendiri tentang larangan mengadakan aktivitas yang mendatangkan kerumunan saat HUT ke-75 RI. Pada 16 Agustus 2020, ia mengadakan Gowes Siti Nurbaya yang dihadiri ribuan orang.