Seluruh Pasangan Telah Laporkan Rekening Kampanye[02/06/04]

Pasangan Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo menjadi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden terakhir yang melaporkan rekening khusus dana kampanye ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (1/6).

Batas akhir pelaporan rekening dana khusus yang disertai jumlah saldo awal, asal sumber dana, serta nama bank tempat rekening berada, semestinya pada hari ketujuh setelah tanggal penetapan pasangan capres dan cawapres pada tanggal 22 Mei, yaitu tanggal 29 Mei.

Selain Amien dan Siswono terdapat dua pasangan lain yang baru melaporkan rekening dana khusus kampanyenya setelah batas waktu, yaitu pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi serta pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

Laporan kedua pasangan itu diterima oleh KPU pada tanggal 31 Mei. Ketua Kelompok Kerja Dana Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Mulyana W. Kusumah mengatakan sejauh ini pasangan yang terlambat menyerahkan laporan tidak akan dikenai sanksi. Tidak ada sanksi karena itu, ujarnya dalam konferensi pers di KPU, Selasa (1/6).

Rekening khusus pertama yang diterima oleh KPU berasal dari pasangan yang diajukan Partai Golkar Wiranto-Salahuddin Wahid pada tangal 25 Mei. Rekening dengan jumlah saldo awal sebesar Rp 3,5 miliar ini berada di Bank BCA Cabang Fatmawati.

Jumlah ini merupakan jumlah terbesar dibandingkan keempat pasangan lain. Dalam laporannya pun, pasangan ini juga menyertakan laporan penggunaan dana yang telah dikeluarkan, yaitu pada Lembaga Survai Indonesia sebesar Rp 250 juta.

Sedangkan pasangan kedua yang melaporkan rekening khususnya yaitu Hamzah Haz-Agum Gumelar dengan jumlah saldo awal sebesar Rp 1 miliar di Bank Mandiri Ratu Plaza.

Dana sebesar itu berdasarkan data yang diperoleh Tempo News Room berasal dari sepuluh nama yang masing-masing menyumbangkan Rp 100 juta. Di antaranya terdapat nama Hamzah serta Agum. Selain itu terdapat juga beberapa nama lain seperti Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Ali Marwan Hanan serta Yunus Yosfiah.

Laporan rekening dari pasangan Susilo-Kalla yang diterima pada tangal 31 Mei menunjukkan jumlah saldo awal sebesar Rp 1,5 miliar di Bank Mandiri Cabang Pancoran Pasar Minggu.

Dari data yang ada sebanyak dua nama menyumbang dana sebesar Rp 500 juta yaitu Hadji Kalla dan PT Bukaka Teknik Utama. Sedangkan dua nama menyumbangkan dana sebesar Rp 100 juta, yaitu Suhaeli dan Gatot Soewondo. Sebanyak Rp 300 juta lainnya diperoleh dari sumbangan masyarakat yang nominalnya di bawah Rp 5 juta.

Pada hari yang sama pasangan Megawati-Hasyim juga melaporkan rekening khusus mereka dengan jumlah saldo awal sebesar Rp 2,6 miliar di Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol dengan sumber dana seluruhnya berasal dari kas DPP PDI Perjuangan.

Sementara pasangan terakhir Amien-Siswono, menurut Mulyana, menjadi pasangan yang paling lengkap dalam melaporkan data mereka. Selain jumlah saldo awal sebesar Rp 1,248 miliar mereka juga menyerahkan laporan keuangan yang cukup lengkap sehingga berkas yang diberikan cukup banyak.

Wakil KPU Ramlan Surbakti mengungkapkan, sesuai ketentuan mengenai dana kampanye, setiap calon presiden dan wakil presiden wajib melaporkan rekening khusus dana kampanye disertai dengan jumlah saldo awal dan daftar penyumbang.

Rekening tersebut dibuka sejak tanggal penetapan dan ditutup satu hari setelah kampanye pemilu presiden dan wakil presiden ditutup, tepatnya pada tanggal 1 Juli mendatang.

Sementara itu berdasarkan ketentuan perundangan, sumber dana pemilu yang berjumlah di atas Rp 5 juta harus dilaporkan satu hari sebelum masa kampanye dan satu hari sesudah masa kampanye. Namun hingga tanggal 31 Mei kemarin belum ada satupun pasangan yang melaporkan, kata Ramlan.

Ramlan juga menambahkan berdasarkan ketentuan KPU No. 676 mengenai Standarisasi Sistem Akuntansi Keuangan, seluruh partai politik wajib menyerahkan laporan dana kampanye pada pemilu legislatif lalu pada pekan pertama bulan Juli mendatang ke KPU. Laporan tersebut sudah harus diaudit oleh kantor akuntan publik, katanya. (Sita Planasari A - Tempo News Room)

Sumber: Tempo interaktif, Selasa, 01 Juni 2004 | 21:22 WIB

Counter:
5

Foto: news.detik.com
DPR terlihat serampangan, tergesa-gesa, dan kental nuansa dugaan konflik kepentingan dalam...
Foto: katadata.co.id
Syarat SP3 dalam KUHAP ada tiga, yakni tidak ada bukti yang cukup, peristiwa yang disangkakan bukan...
Foto: beritasatu.com
Pemilihan Pimpinan KPK dan Ketua KPK oleh Komisi III DPR RI berakhir anti klimaks. Sebagaimana yang...
Foto: ksp.go.id
Masa depan pemberantasan korupsi terancam. Belum lagi selesai dengan proses pemilihan Pimpinan KPK...