Foto: Dok.ICW - The Popo, Seniman

Korupsi Itu Sama Dengan Maling

Ryan Riyadi, atau yang kerap dikenal dengan sebutan The Popo adalah salah satu seniman yang cukup dikenal oleh masyarakat luas. Pria kelahiran tahun 1980 ini kerap mewarnai layar media sosial dengan lukisan-lukisannya yang bernada sindiran terhadap pemerintah, termasuk untuk urusan pemberantasan korupsi. Pada tahun 2010, The Popo pun mendapat penghargaan The Best Mural Artist pada Tembok Bomber Award.

The Popo sudah dua kali mendonasikan karya seninya untuk ICW sebagai bentuk dukungannya terhadap gerakan antikorupsi dan upaya penuntasan kasus teror terhadap Novel Baswedan, Penyidik KPK senior. Pada tanggal 6 November 2017, Kurnia Ramdhana dari Indonesia Corruption Watch mendatangi The Popo ke Gudang Sarinah Jakarta untuk melakukan wawancara singkat mengenai isu korupsi.

Korupsi menurut Popo itu apa?

Korupsi itu menurut gue mengambil hak orang lain, ya intinya malinglah. Seakan sekarang itu korupsi sudah dimasukkan ke silabus negara. Orang yang melakukan tidak malu, padahal koruptor itu sama dengan maling.

Kenapa Popo mau mendonasikan karya ke ICW?

Buat gue bergerak sendiri itu nggak bisa, harus kolaborasi. Jadi untuk melawan korupsi gue nggak bisa sendiri, setidaknya harus melibatkan KPK dan ICW.

Pandangan Popo soal Novel?

Novel Baswedan adalah salah satu orang yang berani untuk mengungkap korupsi. Dia tahu seluk beluk siapa aja yang korupsi, pada akhirnya dia menjadi salah satu orang yang diteror oleh pengecut yang kasusnya lagi dibuka oleh Novel. Dia ini perlu dijaga, ini ada orang yang berani banget buat ngungkap korupsi, kita jangan lupakan kasus yang dia ungkap, terus kasih semangat ke dia, karya gue itu untuk mengingatkan orang lain bahwa ada satu orang yang mau dihilangkan, mau dicelakakan oleh orang yang korupsi, ini brengsek, pengecut, beraninya dibelakang. Kalau gue punya duit banyak gue mau lindungi Novel dengan cara apapun dari koruptor pengecut.

Pesan untuk seniman yang mau melawan korupsi?

Melakukan sesuatu kebaikan bukan karena kebaikan itu sendiri. Gue melakukan kebaikan karena keadaan, keadaan sekarang mengharuskan kita untuk bergerak melawan korupsi. Gue ngasih bukti ke mereka bahwa gue peduli dengan kasus korupsi karena keadaan seperti sekarang.

Pewawancara: Kurnia Ramadhana

Penulis: Kurnia Ramadhana

Counter:
168

Indonesia Corruption Watch ICW menempati peringkat 26 “Global Go To Think Tank Index” 2019...
Koruptor dilarang maju jadi kepala daerah. Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan tuntutan masyarakat...
Foto: kolom.tempo.co

Pelaksana tugas jubir bidang penindakan KPK, Ali Fikri, dan Wakil Ketua KPK Alexander Mawarta saat konferensi pers perkara suap Bupati Sidoarjo di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu malam, 8 Januari 2020. TEMPO/Lani Diana (kolom.tempo.co)

Di akhir tahun 2019, tekanan sosial politik para pegiat anti-korupsi terkenal, serta aksi protes...

Kelompok masyarakat sipil melakukan aksi "Tolak Bala" di depan Gedung Merah-Putih KPK, 20 Desember 2019, menjelang pelantikan Pimpinan KPK dan Dewan Pengawas KPK Terpilih (Dok. ICW)

Pimpinan KPK dan Dewan Pengawas resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo.