Buletin Anti-Korupsi: Update 11-8-2016

POKOK BERITA:

 

Kapolri Akui Kepercayaan Publik Masih Rendah”

http://print.kompas.com/baca/2016/08/11/Kilas-Politik-Hukum

Kompas, Kamis, 11 Agustus 2016

Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengakui, kepercayaan publik terhadap Polri masih rendah. Tito menilai masih ada perilaku koruptif, arogansi kekuasaan, dan kekerasan eksesif di tubuh Polri. Sementara dalam penegakan hukum belum profesional dan belum simpatik dalam pelayanan publik.

 

Revisi PP No 99/2012 Buka Peluang korupsi

http://print.kompas.com/baca/2016/08/11/Revisi-PP-No-99-2012-Buka-Peluang-korupsi

Kompas, Kamis, 11 Agustus 2016

Rencana pemerintah untuk menghapus ketentuan justice collaborator sebagai syarat remisi bagi narapidana korupsi akan menjadi langkah mundur bagi pemberantasan korupsi. Tidak hanya mengurangi efek jera bagi koruptor, kebijakan itu juga akan membuka peluang baru korupsi.

 

“KPK Ikut Tangani Tunggakan Iuran BPJS”

http://koran.tempo.co/konten/2016/08/11/403341/KPK-Ikut-Tangani-Tunggakan-Iuran-BPJS

Tempo, Kamis, 11 Agustus 2016

KPK turun tangan menangani dugaan adanya penyelewengan anggaran yang menyebabkan banyak pemerintah daerah menunggak pembayaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) pegawai. Hal ini karena pembayaran iuran oleh pekerja tidak pernah bermasalah karena dipotong langsung dari gaji mereka. Sebaliknya, pembayaran iuran 3 persen oleh pemerintah daerah itu yang justru macet.

 

“Jaksa Tak Profesional Banyak Diadukan”

http://print.kompas.com/baca/2016/08/11/Jaksa-Tak-Profesional-Banyak-Diadukan

Kompas, Kamis, 11 Agustus 2016

Permasalahan jaksa tak profesional saat menangani perkara masih mendominasi laporan pengaduan kepada Komisi Kejaksaan pada enam bulan terakhir. Selain itu, komisi pengawas jaksa tersebut juga menerima pengaduan tentang oknum jaksa yang memeras atau menerima gratifikasi serta berperilaku indisipliner.

 

“Ariesman Widjaja Disebut sebagai Auktor Intelektualis”

http://print.kompas.com/baca/2016/08/11/Ariesman-Widjaja-Disebut-sebagai-Auktor-Intelektua

Kompas, Kamis, 11 Agustus 2016

Mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja, disebut sebagai auktor intelektualis dalam perkara suap terkait regulasi reklamasi Pantai Utara Jakarta. Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut Ariesman dan asisten pribadinya, Trinanda Prihantoro, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut.

 

Informasi pada pukul 17.30 WIB

Counter:
2

Foto: news.detik.com
DPR terlihat serampangan, tergesa-gesa, dan kental nuansa dugaan konflik kepentingan dalam...
Foto: katadata.co.id
Syarat SP3 dalam KUHAP ada tiga, yakni tidak ada bukti yang cukup, peristiwa yang disangkakan bukan...
Foto: beritasatu.com
Pemilihan Pimpinan KPK dan Ketua KPK oleh Komisi III DPR RI berakhir anti klimaks. Sebagaimana yang...
Foto: ksp.go.id
Masa depan pemberantasan korupsi terancam. Belum lagi selesai dengan proses pemilihan Pimpinan KPK...