Foto: Dok ICW

Anugerah Karya Jurnalistik Antikorupsi (AKJA) 2017

Siaran Pers
Anugerah Karya Jurnalistik Antikorupsi (AKJA) 2017
 
Indonesia Corruption Watch (ICW) telah menyelenggarakan AKJA sejak tahun 2015. Pada tahun 2015, terpilih Afriadi Hikmal dari Jakarta Globe untuk kategori foto, Joko Luwarso dari Harian Terbit untuk kategori karikatur, Harvin Naqsya Bandy dari Kompas TV untuk kategori penyiaran investigasi, Isfari Hikmat dari Majalah Detik untuk kategori in-depth reporting, dan Akbar Tri Kurniawan dari Majalah Tempo untuk kategori laporan investigasi.
Pada tahun 2016, terpilih Rommy Pujianto dari Media Indonesia untuk kategori foto, Joko Luwarso dari Harian Terbit untuk kategori karikatur, Fredy Yansyah dari Trans 7 untuk kategori audio visual, dan Mustafa Silalahi, Rusman Paraqbueq, Stefanus Teguh Pramono dari Tempo untuk kategori in-depth reporting/ investigasi.
Tahun ini ICW kembali menyelenggarakan AKJA dengan kategori karya foto jurnalistik, karikatur dan komik strip, laporan mendalam/investigasi, dan audio visual jurnalistik. Terdapat 130 karya yang dikirimkan kepada ICW yang menandaskan bahwa antusiasme para jurnalis untuk mengikuti AKJA tahun ini sedikit menurun. Hal ini karena tahun lalu karya yang masuk sebanyak 217, meski karya yang masuk pada tahun 2015 tidak jauh berbeda dengan tahun ini, 120 karya.
Para juri yang berasal dari berbagai latar belakang keahlian, baik jurnalis, akademisi, seniman, pengamat media,dan perwakilan KPK telah memilih para pemenangnya. Untuk menjamin independensi dan objektivitas penilaian atas karya-karya tersebut, ICW tidak terlibat sama sekali didalamnya.
Nominasi karya AKJA 2017 sebagai berikut:
 
Karya Foto Jurnalistik

  1. “Bupati Buton Nonaktif Didakwa Suap Akil Mochtar Rp 1 Miliar” karya Hasiholan Siahaan – Sindo
  2. “Tertunduk Menunggu Vonis” karya Nova Wahyudi – Antara
  3. “Nazaruddin Setelah Sidang Tipikor” karya Yuniadhi Agung – Kompas
 
Karya Karikatur  dan Komik Strip
  1. “Kapan koruptor Kapok" karya Tommy Thomdean – The Jakarta Post
  2. “Korupsi Itu Menular" karya M.Syaifuddin Ifoed – Harian Indopos
  3. “Korupsi E-KTP” karya Djoko Susilo – Harian Suara Merdeka Semarang
 
Karya Laporan Mendalam dan Investigasi
  1. "Obral Izin Sekolah Dokter" karya Stefanus Teguh Pramono dan tim – Tempo
  2. "Pelesiran Gelap Pesakitan Sukamiskin" karya Rusman Paraqbueq dan tim – Tempo
  3. "Keruk Tayan Demi Jakarta" karya Heriyanto Sagiya – Pontianak Post
 
Karya Audio Visual Jurnalistik
  1. "Akal-Akalan di Senayan" karya Herry Fitriadi – Metro TV
  2. "Menguak sengkarut E-KTP" karya Maria Sarjana – CNN Indonesia TV
  3. "Ada Aparat Diputaran Judi" karya Guntur Arbiansyah – Trans 7
 
Karya yang terpilih pada tahun 2017 adalah “Nazaruddin Setelah Sidang Tipikor” karya Yuniadhi Agung dari Kompas untuk kategori foto jurnalistik, “Korupsi Itu Menular" karya M.Syaifuddin Ifoed dari Harian Indopos untuk kategori karikatur dan komik strip, "Ada Aparat Di Putaran Judi" karya Guntur Arbiansyah dari Trans 7 untuk kategori audio visual, dan “Obral Izin Sekolah Dokter” karya Stefanus Teguh Pramono dan tim dari Majalah Tempo untuk kategori laporan mendalam/investigasi.
AKJA merupakan bentuk apresiasi kepada para jurnalis yang mendedikasikan dirinya untuk mengungkap kejahatan dan skandal publik (korupsi) di berbagai tempat di Indonesia. AKJA juga merupakan sebuah penghargaan bagi para wartawan yang telah berhasil memotret buruknya kualitas layanan publik dan praktek penyimpangan kekuasaan, yang dengan cara mereka, kebijakan publik yang keliru bisa terus dikritisi dan disebarluaskan pada masyarakat.
Tak bisa dipungkiri, media massa dan jurnalis adalah mitra kerja dalam gerakan antikorupsi yang tidak mungkin diabaikan sama sekali karena mereka memainkan peran yang strategis untuk mengontrol jalannya pemerintahan. Harus diakui, media sebagai pilar keempat demokrasi selalu akan menghadapi tantangan untuk membuktikan peran sentral mereka apakah akan terus berjalan efektif atau tidak, terutama dalam dunia dimana teknologi dan media sosial kian mendapatkan tempatnya di masyarakat.
ICW berharap, penghargaan yang diberikan kepada mereka yang secara lugas dan berani menyuarakan agenda pemberantasan korupsi akan mejadi salah satu pemicu bagi lahirnya karya-karya jurnalistik antikorupsi yang semakin baik dan berkualitas. AKJA diharapkan dapat memicu para insan media untuk lebih banyak berkarya di bidang antikorupsi, baik melalui tulisan, foto, video, gambar, maupun bentuk karya jurnalistik lainnya.
 
Jakarta, 10 Desember 2017
Indonesia Corruption Watch
 
CP: Siti Juliantari 085694002003
Dewi Anggraeni 082126797982
Counter:
127

Foto: news.detik.com
DPR terlihat serampangan, tergesa-gesa, dan kental nuansa dugaan konflik kepentingan dalam...
Foto: katadata.co.id
Syarat SP3 dalam KUHAP ada tiga, yakni tidak ada bukti yang cukup, peristiwa yang disangkakan bukan...
Foto: beritasatu.com
Pemilihan Pimpinan KPK dan Ketua KPK oleh Komisi III DPR RI berakhir anti klimaks. Sebagaimana yang...
Foto: ksp.go.id
Masa depan pemberantasan korupsi terancam. Belum lagi selesai dengan proses pemilihan Pimpinan KPK...