Infografis

Di tahun 2011 Arsyad Sanusi menyatakan mundur sebagai Hakim Konstitusi karena dinyatakan melanggar kode etik  dan dikenakan sanksi ringan oleh Dewan Etik MK. Pada saat itu, Puteri kandung, adik ipar dan bawahan langsung Arsyad diketahui beberapa kali bertemu orang yang sedang berpekara di MK terkait pemilihan Bupati Bengkulu Selatan.

Sikap Arsyad Sanusi seharusnya diikuti oleh Arief Hidayat, Ketua Mahkamah Konstitusi, dengan menyatakan diri mundur dari jabatannya. Arief Hidayat sudah dua kali dinyatakan melanggar kode etik MK.  Kasus  pertama adalah menulis katebelece (memo) kepada Widyo (Jampidsus) dan meminta memberikan perlakuan khusus pada Muhammad Zainur Rochman, jaksa di Kejaksaan Negeri Trenggalek, yang masih kerabat Arief.

Kasus kedua,  Arief Hidayat bertemu pimpinan Komisi III DPR RI sebelum dilakukan proses uji kelayakan dan kepatutan calon hakim konstitusi di Mid Plaza, Jakarta. Pertemuan itu di tenggarai merupakan lobi politik agar Arief menjadi satu-satunya calon hakim konstitusi usulan Komisi III DPR.

Dalam kedua kasus itu, Arief Hidayat sama-sama dikenakan sanksi ringan oleh DewanEtik MK.  Jika sudah kena 2 kartu kuning (sanksi ringan) Arief Hidayat seharusnya diberi kartu merah (dicopot) dari jabatannya sebagai Hakim Konstitusi atau mengikuti langkah terhormat Arsyad Sanusi dengan menyatakan mengundurkan diri.

#SelamatkanMK #MundurlahArief