Sebarkan Pesan Anti Korupsi, ICW luncurkan Album Frekuensi Perangkap Tikus

Antikorupsi, 16/12/2015 – ICW meluncurkan Album Antikorupsi bertajuk Frekuensi Perangkap Tikus (FPT). Digelar di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail Kuningan Jakarta pada (15/12), album jilid kedua ini melibatkan 8 grup musik dari pelbagai generasi.

Musisi yang terlibat dalam album ini ialah Sore, Ebiet G Ade ft. L’Alphalpha, Indie Art Wedding, The Experience Brothers, Anda dan Bonita, Jirapah, White Shoes & The Couples Company, dan Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP).

“Album ini berkonsep Lintas Generasi dan menawarkan pesan melalui hal ringan,” kata Koordinator Divisi Kampanye Publik dan Advokasi ICW Tama S. Langkun.

Pada album ini berbagai jenis musik dipilih, dan mencoba mengkompilasikan emosi, dan sudut pandang dalam melihat kondisi korupsi di Indonesia. Proses produksi yang diproduseri oleh Harlan Boer ini menghabiskan waktu 5 bulan.

Adapun Cholil, personil Indie Art Wedding musisi yang menjadi pengisi album mengatakan praktik korupsi semakin memprihatinkan dan musik bisa menjadi alat penyadaran, “Bisa menjadi penggerak, namun tentu saja bukan satu-satunya usaha pemberantasan korupsi,” katanya.

Lebih lanjut, Cholil menginginkan adanya refleksi diri agar korupsi tidak terus berkembang “Perilaku koruptif ada di diri kita, korupsi terpupuk oleh kita yang terbiasa melakukan hal-hal curang.” kata Cholil.

Ratusan orang menghadiri peluncuran album FPT volume 2 itu. Selain penampilan dari musisi pengisi album, peluncuran album FPT 2 diisi juga dengan deklarasi antikorupsi oleh para alumni Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) ICW, serta pameran dan pembacaan surat untuk Presiden Joko Widodo. (Egi-Abid)

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan