Satgas Diminta Selidiki Pembalakan di Riau

Koalisi Anti-Mafia Kehutanan meminta Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum membuat penyidikan kasus illegal logging 13 perusahaan di Riau dilanjutkan. Koalisi meminta Satgas menyelidiki proses hukum pengeluaran surat perintah penghentian penyidikan (SP3) oleh kepolisian setempat terhadap ke-13 perusahaan itu.

"Besok (hari ini) kami bertemu Satgas. Ini terkait pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, semoga tidak hanya lip service," kata Susanto Kurniawan dari Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau. Susanto dan kawan-kawannya, seperti dari Walhi, Sawit Watch, dan Indonesia Corruption Watch, yang tergabung dalam Koalisi, memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan kemarin.

Santo mengungkapkan, SP3 dikeluarkan Kepolisian Daerah Riau pada Desember 2008 karena beberapa hal, di antaranya tidak cukup bukti, perbedaan persepsi kejaksaan dan kepolisian mengenai definisi illegal logging, dan keterangan saksi ahli Bejo Santosa. "Bejo adalah Direktur HTI, pejabat (Kementerian) Kehutanan, menyatakan hanya ada pelanggaran administratif dalam kasus ini," kata Santo.

Keterangan itu dianggap tidak obyektif karena, menurut data audit Badan Pemeriksa Keuangan, manajemen kehutanan pada 2008 saja telah menyebabkan negara rugi Rp 705 miliar. Hasil riset Human Right Watch pada 2009 juga menemukan praktek korupsi dan mafia yang menyebabkan negara rugi Rp 20 triliun di sektor yang sama.

Koalisi Anti-Mafia Kehutanan menganjurkan agar para mafia kehutanan tidak hanya dijerat dengan pasal undang-undang kehutanan ataupun KUHP, tapi juga undang-undang tindak pidana korupsi. Mereka bahkan mendesak agar mantan Menteri Kehutanan M.S. Kaban diperiksa untuk mempertanggungjawabkan izin yang diberikannya atas pembukaan lahan sawit di Riau.

Anggota Satgas, Mas Achmad Santosa, menyatakan pihaknya memang mengundang LSM dalam upaya mengumpulkan, mendalami, serta menelaah data dan informasi soal perkara pembalakan hutan. Santosa menjanjikan segera menggerakkan kelompok kerja illegal logging pekan ini juga. Pokoknya, kami akan all out (dalam mengusut mafia pembalakan), kata dia akhir pekan lalu. FEBRIANA FIRDAUS
 
Sumber: Koran Tempo, 22 April 2010

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan