Saling Bantah soal Rembukan di Negeri Singa

Polisi khawatir Susno menemui Sjahril di Singapura.

Anggota Komisi III Bidang Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Sarifuddin Suding, melempar isu panas. Kemarin anggota Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat itu mengatakan Komisaris Jenderal Susno Duadji tengah ditunggu anggota Komisi III di Singapura ketika bekas Kepala Bareskrim Kepolisian RI tersebut dijemput paksa di Bandar Udara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.

"Saya hanya mengklarifikasi laporan intelijen, apakah sudah sampai ke telinga Bapak?" kata Sarifuddin bertanya kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri dalam rapat di Komisi III DPR kemarin.

Sarifuddin menolak menyebut nama rekan satu komisinya itu. Dia hanya menyebutkan anggota Komisi III itu berada di Singapura sehari sebelum Susno hendak berangkat ke sana. Siapa namanya? "Tanya saja ke Keimigrasian," ujar Sarifuddin.

Pada 12 April lalu, tim Divisi Profesi dan Pengamanan Polri memaksa Susno membatalkan rencana kepergiannya ke Singapura. Mereka membawa Susno ke Markas Besar Polri. Susno baru dilepaskan menjelang tengah malam setelah diperiksa sekitar lima jam.

Setelah Susno dilepas, keesokan harinya Sjahril Djohan, orang yang disebut-sebut Susno sebagai makelar kasus besar di kepolisian, pulang dari Singapura. Ia lalu menuju Mabes Polri. Setelah diperiksa sehari semalam, Sjahril menjadi tersangka dan langsung ditahan.

Kemarin Jenderal Bambang mengatakan polisi tak bermaksud menangkap Susno di bandara. "Itu bukan penangkapan. Itu pencegahan ke luar negeri." Mengapa dicegah? Barulah Bambang mengungkapkan alasan lain. Saat itu, kata dia, polisi khawatir bila Susno menemui Sjahril di Singapura. "Di sana ada SJ. Kami takutkan penyidikan akan kabur, sehingga kami lakukan tindakan," kata Bambang.

Jenderal Bambang tak berkomentar soal rencana pertemuan Susno dengan politikus Senayan di negeri itu. Namun bola panas yang dilempar Sarifuddin telanjur memicu desas-desus di kalangan anggota Dewan. Beredar rumor bahwa yang dimaksud Sarifuddin adalah jajaran pimpinan Komisi III.

Ketua Komisi III Benny Kabur Harman membantah tudingan bahwa dirinya berada di Singapura saat Susno dipaksa pulang. Saat itu Benny mengaku berada di Jakarta dan diwawancarai sebuah stasiun televisi swasta. "Mungkin ada pimpinan yang lain," katanya.

Benny tak mempersoalkan bila ada anggota Komisi III yang berencana bertemu dengan Susno di Singapura. "Anggota Dewan berhak bertemu siapa saja, di mana saja," kata dia. Yang tidak boleh adalah melakukan transaksi kejahatan. "Apa salahnya, memang Susno penjahat?" ujar politikus Partai Demokrat itu.

Anggota Komisi III lainnya, Ahmad Yani, menunjukkan sikap berbeda. Dia mengaku kaget saat Sarifuddin menyebut ada koleganya yang akan bertemu dengan Sjahril dan Susno di Singapura. "Itu tidak betul, itu bagian dari mafia," kata Yani.

Kuasa hukum Sjahril, Hotma Sitompoel, menyangkal anggapan bahwa kliennya punya rencana bertemu dengan Susno dan politikus di Singapura. Sjahril berada di Singapura karena menunggu Hotma untuk kembali ke Jakarta. "Kalau memang ada rencana pertemuan, ya, dibuktikan dong," ujar Hotma.

Kuasa hukum Susno, M. Assegaf, menyatakan hal senada. "Saya pegang pernyataan Susno bahwa dia hanya checkup kesehatan di Singapura," kata Assegaf saat dihubungi kemarin. AMIRULLAH | EVANA DEWI | DIANING SARI
 
Sumber: Koran Tempo, 27 April 2010

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan