Presiden: Hentikan Budaya Mark-up

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, budaya komisi, mark-up, dan pengadaan fiktif harus dihentikan dalam pengadaan senjata bagi kalangan Tentara Nasional Indonesia. TNI juga harus mengutamakan senjata buatan dalam negeri.

Presiden Yudhoyono menyampaikan hal itu di hadapan 1.387 taruna TNI pada ceramah pembekalan bagi Taruna Akademi TNI di Akademi Militer, Kota Magelang, Selasa (6/12).

Presiden mengatakan, rancangan anggaran pengadaan senjata bagi militer harus betul-betul sesuai dengan kebutuhan di masing-masing angkatan. Pengadaan senjata tidak boleh didasarkan atas hubungan rekanan atau kolusi.

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan