PPATK Telusuri Milik Dirjen dan Menteri

 Kasus rekening mencurigakan terus bermunculan. Kali ini, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyatakan menemukan rekening mencurigakan milik pejabat tinggi setingkat direktur jenderal (Dirjen), menteri, hingga anggota DPR.

Ketua PPATK Yunus Husein menyatakan, pihaknya sudah menelusuri aliran transaksi mencurigakan yang beberapa di antaranya milik pejabat tinggi. ''Di tingkat Dirjen dan menteri ditemukan (rekening mencurigakan). Tapi, kami tidak bisa sebut nama,'' ujarnya di kantor PPATK kemarin (12/4).

Dia juga enggan menyebutkan jumlah pejabat tinggi yang di rekeningnya ditemukan transaksi keuangan mencurigakan. Namun, saat dikonfirmasi melalui telepon, Yunus mengungkapkan, menteri yang memiliki rekening mencurigakan tersebut kini sudah tidak menjabat.

Meski demikian, dia tidak merinci apakah aliran dana mencurigakan itu masuk ke rekening saat yang bersangkutan masih menjabat menteri atau tidak. ''Yang jelas, sekarang sudah pensiun,'' ujarnya.

Selain pejabat eksekutif, kata dia, PPATK menemukan transaksi mencurigakan dalam rekening milik anggota DPR. ''Untuk anggota DPR, saat ini sudah sampai di pengadilan dan ditangani KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),'' terangnya.

Menurut Yunus, PPATK sudah memberikan lebih dari 1.100 laporan transaksi keuangan mencurigakan kepada aparat hukum, baik kepolisian, Kejaksaan Agung, maupun KPK.

Saat ditanya apakah mungkin laporan yang dikirimkan PPATK kemudian digunakan orang-orang di instansi penegak hukum untuk memeras. Yunus enggan menjawab. ''Entahlah,'' ujarnya lantas tersenyum. (owi/c5/oki)
Sumber: Jawa Pos, 13 April 2010

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan