Pengantar Antikorupsi untuk Masyarakat Adat

Pengantar Antikorupsi untuk Masyarakat Adat

Nilai-nilai antikorupsi memiliki akar kultural dalam masyarakat
adat. Nilai-nilai tradisi antikorupsi yang dikenal dalam masyarakat
adat biasanya terkait dengan norma baik-buruk yang mengikat
bagi seluruh anggota komunitas adat. Nilai-nilai tradisi antikorupsi
ini perlu digali kembali untuk menumbuhkan kesadaran kritis
masyarakat adat dalam melawan korupsi.


Kesadaran kritis itu perlu ditumbuhkan karena korupsi memiliki
dampak yang spesifik bagi masyarakat adat. Bagi masyarakat
adat, korupsi menjadikan mereka sebagai korban baik sejak hulu
hingga hilir. Di tingkat hulu, masyarakat adat berhadapan dengan
perampasan wilayah adat yang sering dilakukan dengan cara-cara
curang dan korup. Di hilir, masyarakat adat sering menjadi korban
akibat pelayanan publik yang buruk maupun korupsi yang terjadi
dalam program-program pemberdayaan.


Modul “Pengantar Korupsi untuk Masyarakat Adat” ini
merupakan bagian dari ikhtiar untuk menumbuhkan kesadaran
kritis melawan korupsi khususnya bagi masayrakat adat. Modul ini
merupakan hasil kolaborasi antara Indonesia Corruption Watch (ICW)
dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).