Pemberantasan Korupsi: Indonesia Butuh Waktu 15 Tahun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Indonesia membutuhkan waktu paling sedikit 15 tahun untuk terbebas dari praktik korupsi.

Pemerintah, kata Presiden dalam pertemuan dengan 500 warga Indonesia di auditorium Kedubes Indonesia di Busan, Korea Selatan, Sabtu (19/11), tengah serius memberantas praktik-praktik korupsi. Menurut SBY, banyak pejabat tinggi seperti gubernur, bupati, dan anggota Dewan diselidiki karena diduga terlibat korupsi.

Meskipun baru tahap awal, pemberantasan korupsi sebenarnya telah membuahkan hasil. Sekitar 78% mereka yang diduga korupsi telah diperiksa, ujar Presiden.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Menlu Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menko Ekuin Aburizal Bakrie, Ketua Kamar Dagang dan Industri MS Hidayat, dan Dubes Indonesia untuk Korsel Jacob Lumban Tobing.

Presiden Yudhoyono menunjuk Hong Kong sebagai contoh wilayah yang sukses memerangi korupsi dalam 12 tahun. Saya akan kirim satu tim ke Hong Kong untuk mempelajari cara mereka memberantas korupsi, tuturnya.

Selain itu, Presiden menyatakan kekagumannya terhadap etos kerja masyarakat Korea. Presiden mengatakan selain kegigihan, sifat dan karakter lainnya yang patut ditiru oleh bangsa Indonesia adalah disiplin tinggi, nasionalisme yang tinggi, antikorupsi, patuh hukum, jujur, dan pekerja keras.

Kalau Korea bisa bangkit lagi dan mampu bersaing dengan Jepang, kita tentunya juga harus bisa. Kita harus mencontoh semangat dan disiplin tinggi masyarakat Korea agar kita juga bisa bangkit lagi.

Sebelumnya, Presiden mengajak para pemimpin ekonomi anggota Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) untuk tidak membiarkan negara anggota menjadi tempat persembunyian bagi para teroris dan koruptor.

Di hadapan para pemimpin ekonomi Asia Pasifik, termasuk Presiden AS George W Bush dan Presiden Rusia Vladimir Putin, SBY menjelaskan bahwa Indonesia sedang bertempur menghadapi empat musuh sekaligus, yaitu perang melawan teroris, korupsi, flu burung, dan narkoba.

Indonesia dalam batas-batas tertentu telah memenangi beberapa pertempuran menghadapi empat musuh besar itu, tetapi perang belum sepenuhnya dimenangkan oleh Indonesia. Karena itu, masih perlu kerja sama di tingkat regional dan multilateral. (Ant/HD/X-8).

Sumber: Media Indonesia, 21 November 2005

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan