Peluncuran Album Frekuensi Perangkap Tikus: Pemberantasan Korupsi Milik Semua Orang

Antikorupsi, 16/12/2015 - Pemberantasan Korupsi tidak hanya milik segelintir orang. Semua pihak dapat melakukan usaha pemberantasan korupsi.

“Semuanya bisa, termasuk juga musisi bisa turut berperan,” Ujar Koordinator Divisi Kampanye Publik dan Advokasi ICW Tama S. Langkun. Hal ini juga menjadi salah satu alasan ICW untuk mengeluarkan album Frekuensi Perangkap Tikus Vol. II. Penyebaran pesan antikorupsi dapat dilakukan oleh musisi melalui karya-karyanya.

“Musik adalah bahasa universal dan menjadi media yang paling mudah untuk penyampaian pesan” Kata Tama. Oleh karena itu Tama berharap pesan tentang anti korupsi dapat tersebar melalui album kedua yang digarap oleh ICW.

Adapun dalam album ini konsep lintas generasi dipilih agar penyebaran pesan dapat lebih luas dari berbagai usia, “Musisi dipilih dari berbagai generasi, lagu-lagunya pun sederhana dan menceritakan korupsi dari kehidupan keseharian.”

Lebih lanjut Tama berharap cara ringan ini menjadi upaya ampuh dalam penyadaran tentang bahaya korupsi, “Paling tidak pesan-pesan anti korupsi bisa dicerna langsung oleh masyarakat,” katanya.

Album Frekuensi Perangkap Tikus merupakan bentuk kampanye antikorupsi yang digagas oleh ICW. Sejumlah musisi turut memberikan sumbangsih karyanya untuk perlawanan terhadap korupsi, beberapa diantaranya adalah Sore, Ebiet G. Ade ft. L’Alphalpha, Indie Art Wedding, Jirapah, The Experience Brothers, Anda dan Bonita, White Shoes & The Couples Company, dan Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP). (Egi)

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan