Makelar Pajak; Rumah-rumah Mewah Milik Bahasyim

Bahasyim Assifie, mantan pejabat eselon II Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, yang menjadi tersangka dugaan pencucian uang, memiliki dua rumah mewah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Namun, Bahasyim yang sudah mundur dari jabatannya di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional jarang mendiami dua rumahnya itu.

Robin, petugas keamanan yang ditemui tengah berjaga di pos keamanan di seberang rumah Bahasyim di Jalan Cianjur Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/4), mengatakan, rumah di lahan seluas lebih dari 400 meter persegi itu dibeli sekitar 1999. ”Begitu selesai dibangun sekitar 2003, rumah itu ditempati Bahasyim dan keluarganya,” kata Robin.

Menurut dia, sekitar 2007, Bahasyim membeli rumah lagi di Jalan Cicurug 14, Menteng, di belakang rumah di Jalan Cianjur. Lalu, Bahasyim dan keluarganya pindah ke rumah di Cicurug itu. Namun, kini tidak diketahui pindah ke mana lagi.

”Akhir-akhir ini saja, kira-kira saat muncul kasus Gayus (HP Tambunan, mantan pegawai Ditjen Pajak yang diduga terlibat makelar kasus perpajakan), Bahasyim sering terlihat di sini,” kata Robin.

Maryati, pemilik warung di dekat rumah Bahasyim di Jalan Cianjur, mengaku jarang melihat Bahasyim. Sesekali saja keluarga Bahasyim ke warungnya. ”Anak dan istrinya ramah,” katanya.

Rumah di Jalan Cicurug itu dari luar terlihat tidak berpenghuni. Lampu teras rumah dua lantai itu menyala pada siang hari. Sejumlah brosur penawaran barang dibiarkan begitu saja terselip di pagar yang tertutup rapat dan digembok.

Agak merepotkan menemukan rumah di Jalan Cicurug sebab tidak lagi bernomor. Rumah Bahasyim di Jalan Cianjur juga tak ada nomornya. Meski, kata Robin, di rumah itu setidaknya ada dua pembantu keluarga Bahasyim. Kedua rumah itu harganya belasan miliar rupiah.

Di Bappenas, Bahasyim tercatat tinggal di Perumahan Jaka Permai, Jakasampurna, Bekasi Barat. Namun, rumahnya di Jalan Cemara Raya 27, Bekasi, Kamis, juga tampak sepi.

Pengurus RW setempat, Haryo Suroso, membenarkan rumah itu milik Bahasyim. Namun, Bahasyim dan keluarganya jarang menempati rumah dua lantai tersebut. (why/cok)
Sumber: Kompas, 10 April 2010

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan