Hari Antikorupsi Sedunia 2021

Habis Gelap Tak Kunjung Terang - Runtuhnya Pemberantasan Korupsi, Saatnya Kita Bergerak!
Hakordia 2021 - Habis Gelap Tak Kunjung Terang

Jakarta - Gelombang pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia membuat semua pihak harus dapat beradaptasi dengan kondisi ini, tak terkecuali Indonesia Corruption Watch. Akhir tahun lalu, ICW menyelenggarakan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) pada 7 - 9 Desember 2021. Pelaksanaan Hakordia kali ini dilakukan secara kombinasi daring dan luring (hybrid), dimana rangkaian awal kegiatan dilakukan secara daring (online) dan acara puncaknya dilakukan secara luring (offline), berlokasi di dia.lo.gue Art Space, Kemang, Jakarta Selatan. Pada pelaksanaannya, ICW bekerja sama dengan banyak pihak seperti, koalisi #BersihkanIndonesia, YLBHI, KontraS, Enter Nusantara, para content creator dan berbagai CSO.

Salah satu topik yang diangkat dalam rangkaian kegiatan ini ialah gerakan antikorupsi anak muda. Topik ini ingin menyampaikan pesan tentang pentingnya peran serta anak muda dalam gerakan antikorupsi. “Justru anak muda menjadi simbol kesadaran, simbol pengetahuan, simbol pergerakan, yang hadir bukan cuma dari Jakarta ya, itu di semua wilayah Indonesia, bahkan mereka bersedia dan berani untuk berkorban” tutur Muhammad Isnur, Ketua Umum Yayasan Lembaga bantuan Hukum Indonesia 2022-2026.

Pemberantasan korupsi di Indonesia yang kian mendekati titik nadir menjadi salah satu alasan ICW mengusung tema Habis Gelap tak Kunjung Terang. Sejumlah survei telah menggambarkan situasi pemberantasan korupsi di Indonesia yang semakin parah. Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pun juga ikut-ikutan anjlok dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Kendati demikian, ICW percaya masih ada harapan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia jika anak muda Indonesia mau terlibat aktif dalam setiap gerakan antikorupsi.

Rangkaian Diskusi Publik Hari Antikorupsi Sedunia

Rangkaian Hakordia 2021 dimulai dengan serangkaian diskusi publik terkait berbagai hasil kajian ICW, pada 7 Desember 2021. Diskusi dimulai membahas isu hukum dan pemberantasan korupsi yang digawangi oleh Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan. Tema yang diusung yakni Fenomena Pungutan Liar di Sektor Pelayanan Publik dan Efektivitas Penanganannya. Kemudian dilanjutkan diskusi terkait Publikasi Data Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dalam Format Terbuka bersama Divisi Pengelolaan Pengetahuan ICW dan narasumber eksternal.

Hari kedua (8/9/2021), diskusi dinahkodai oleh Divisi Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi ICW yang membahas seputar bansos dengan tema Bincang-Bincang Bansos: Data Kacau, Kasus Korupsi Mandek?. Kemudian di hari berikutnya ada diskusi yang diadakan melibatkan Divisi Korupsi Politik terkait Korupsi, Konflik Kepentingan, dan Defisit Etika Publik. Pada hari yang sama, ada juga diskusi sekaligus peluncuran mata kuliah Akademi Antikorupsi dengan tema Korupsi dan Perlunya Pengawasan Pelayan Publik, serta gelar wicara dengan judul Masih Muda Bisa Apa?

Rangkaian diskusi ini melibatkan banyak pihak, mulai dari akademisi, praktisi hukum, perwakilan CSO, pegiat komunitas muda hingga aktivis antikorupsi. Dalam salah satu sesinya, terdapat gelar wicara yang memberikan ruang khusus bagi anak muda untuk membicarakan soal demokrasi, dan gerakan antikorupsi. Semua kegiatan ini dapat disaksikan melalui kanal Youtube Sahabat ICW.

Hakordia 2021 - Aksi Teatrikal

Aksi Teatrikal memperingati Hakordia 2021 oleh Koalisi Masyarakat Sipil di depan Gedung KPK (8/12/2021).

Aksi Teatrikal dan Pembersihan KPK

ICW bersama Koalisi Masyarakat Sipil juga mengadakan aksi teatrikal dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (8/12/2021). Dalam aksi yang digelar di depan Gedung KPK, Jakarta, Koalisi Masyarakat Sipil membawa beberapa tuntutan, diantaranya menuntut penuntasan penanganan kasus korupsi bansos, konflik kepentingan pejabat publik, dan pembajakan negara oleh oligarki. Tuntutan-tuntutan disampaikan oleh peserta aksi dengan menggunakan kostum film Money Heist, dan peran pejabat korup yang disemprotkan cairan disinfektan. Penyemprotan disinfektan juga dilakukan ke gedung KPK sebagai simbol pembersihan KPK dari virus korupsi, mengingat ada banyak kasus korupsi di tengah pandemi yang tak kunjung tuntas diselesaikan oleh KPK. 

Aksi yang dilakukan dalam rangka Hakordia 2021 ini merangkum refleksi pemberantasan korupsi selama satu tahun. Dalam orasinya Koalisi Masyarakat Sipil menagih janji presiden Joko Widodo yang ingin menguatkan pemberantasan korupsi, tapi faktanya justru berbanding terbalik. “Pak Jokowi membiarkan KPK hancur lebur pasca revisi Undang-undang KPK.”

Habis Gelap tak Kunjung Terang

“Dan karena itu, tidak berlebihan kita katakan bahwa kelamnya pemberantasan korupsi setelah reformasi, ya pada tahun 2021 ini” ucap mantan Ketua Umum YLBHI, Asfinawati pada kegiatan puncak Hakordia, gelar wicara Habis Gelap tak Kunjung Terang.

Puncak rangkaian Hakordia 2021 diisi dengan gelar wicara ini terdapat  yang mengangkat dua tema, satu Bukan Konten Biasa dengan narasumber Farhanah dari Kelas Muda Digital, Abigail Limuria dari What Is Up Indonesia?, dan Albizia Akbar dari KokBisa.  Kedua,

Habis Gelap tak Kunjung Terang yang diisi oleh Melanie Subono sebagai seniman atau aktivis isu sosial, Egi Primayogha sebagai Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Asfinawati sebagai Ketua YLBHI periode 2017-2021, dan Benedictus Siumlala sebagai perwakilan IM57+ Institue. Selain narasumber tersebut, turut hadir pula mantan piminan KPK periode 2015-2019, Saut Situmorang.

Tampaknya, momentun Hari Antikorupsi kali ini patut kita peringati dengan rasa sedih, sebab titik terang bangkitnya pemebrantasan korupsi sepertinya masih sangat jauh. Disaat yang sama, masyarakat perlu sadar bahwa praktik pemberantasan korupsi tidak bisa hanya berhenti di lembaga hukum saja, namun perlu adanya partisipasi aktif dan peran serta masyarakat pada gerakan antikorupsi. Hari Antikorupsi tahun 2021 ini bisa kita jadikan sebagai titik balik dan semangat baru dalam perlawanan praktik-praktik korupsi yang jika dibiarkan akan semakin mengoyak nilai-nilai kejujuran suatu bangsa. 

 

Share Link