Buletin Anti-Korupsi: Update 2-11-2016

POKOK BERITA:

Media Mainkan Peranan Kunci”

http://print.kompas.com/baca/politik/2016/11/02/Media-Mainkan-Peranan-Kunci

Kompas, Rabu, 2 November 2016

Peliputan dan cara pandang media massa dalam melihat isu korupsi memainkan peranan penting di dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Kerja kreatif media massa melalui peliputan investigasi merupakan salah satu daya dorong bagi terjadinya akselerasi penanganan kasus sekaligus membantu penegak hukum mengungkapkan kasus-kasus korupsi yang selama ini tidak terlihat di permukaan.

Hak Politik Dewie Yasin Limpo Dicabut Tiga Tahun”

http://print.kompas.com/baca/politik/2016/11/02/Hak-Politik-Dewie-Yasin-Limpo-Dicabut-Tiga-Tahun - Kompas, Rabu, 2 November 2016

Hak politik mantan anggota Komisi VII DPR, Dewie Yasin Limpo, dicabut. Dengan demikian, Dewie tidak akan bisa menggunakan hak pilihnya atau dipilih sebagai pejabat publik seusai dirinya menjalani pidana penjara nanti.

Direktur Pelindo Diduga Pungli Rp10 Miliar”

http://mediaindonesia.com/news/read/75183/direktur-pelindo-diduga-pungli-rp10-miliar/2016-11-02 - Media Indonesia, Rabu, 2 November 2016

Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Mabes Polri dan Satgas Dwelling Time Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menangkap Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III Surabaya, Rahmat Satria. Rahmat diduga terlibat dalam kasus pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dalam operasi itu, petugas menyita uang Rp600 juta dari laci meja kerja Rahmat berikut sejumlah dokumen.

“Jika Ada Indikasi Korupsi Proyek 35 Ribu Mw, KPK Siap Masuk”

http://mediaindonesia.com/news/read/75125/jika-ada-indikasi-korupsi-proyek-35-ribu-mw-kpk-siap-masuk/2016-11-01 -  Media Indonesia, Rabu, 2 November 2016

Kegeraman Presiden Joko Widodo atas lambannya pelaksanaan proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt (mw) langsung direspons oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasywah itu mengaku siap mendalami dugaan adanya praktik korupsi atau penyalahgunaan uang negara terkait lambannya proyek kelistrikan nasional tersebut.

 
Informasi pada pukul 17.30 WIB

Share Link