Bank Dunia Prihatinkan Korupsi di Bidang Infrastruktur [08/06/04]

Bank Dunia memprihatinkan korupsi yang terjadi di bidang infrastruktur Indonesia. Lembaga keuangan internasional itu menuding korupsi di bidang infrastruktur telah menyebabkan kematian ibu di Indonesia menjadi yang tertinggi di kawasan Asia.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Andrew Steer disela seminar mengenai infrastruktur di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Selasa, (8/6/2004). Namun, Bank Dunia tidak mengungkapkan berapa besar korupsi yang terjadi di sektor ini.

Andrew hanya menjelaskan, korupsi di bidang infrastrutur terjadi akibat adanya kolusi antar kontraktor, di level pemerintah dan konsultan serta supervisor.

Sebagai hasilnya kualitas proyek jelek dan mereka telah mencuri dari masyarakat Indonesia APBN orang miskin, dan Indonesia akhirnya menjadi salah satu dari yang terburuk pada tingkat kematian ibu di Asia, katanya.

Andrew mengungkapkan, persentase kematian ibu melahirkan di Indonesia mencapai 1:65. Padahal, di Thailand angkanya 1:12.000. Ini karena pelayanan kesehatan tidak baik, tapi yang paling penting karena orang tidak bisa pergi ke Puskesmas atau rumah sakit akibat infrastruktur yang buruk, ungkapnya.

Namun dia melihat pemerintah Indonesia sejauh ini cukup memiliki komitmen untuk mengatasi korupsi, diantaranya dengan dibentuknya Komisi Anti Korupsi yang telah menunjukkan perkembangan cukup baik.

Juga ada sejumlah perkembangan peraturan yang diharapkan akan mengurangi kesempatan untuk kolusi. Ini satu langkah penting tapi memang korupsi itu adalah pertempuran jangka panjang, tuturnya.

Indonesia, lanjut Andrew, untuk mendapatkan pertumbuhan yang cepat harus mengupayakan pembangunan infrastruktur yang lebih banyak. Agar investor bersedia menginvestasikan dananya di bidang infrastruktur, Indonesia harus menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif.

Indonesia seharusnya memperoleh infrastruktur yang lebih baik, tapi sayangnya pendanaan untuk infrastruktur mengalami penurunan yang sangat drastis karena krisis, katanya.(mi)
Reporter: Nurul Qamariyah
Sumber: detik, Selasa, 08/06/2004 17:58
lokasi teks: http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/06/tgl...

BAGIKAN

Sahabat ICW_Pendidikan