Pengumuman Pemenang Lomba Monitoring Maraton Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Poster

Terdapat 33 laporan hasil penelusuran terkait dugaan potensi kecurangan dalam pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaporkan oleh peserta lomba Monitoring Maraton ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).


Sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi publik dalam fungsi pengawasan, Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama dengan Transparency International Indonesia, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan didukung oleh Open Contracting Partnership mengadakan perlombaan monitoring maraton terkait dengan pengadaan barang/jasa pemerintah.


Monitoring Maraton adalah kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh publik dalam kurun waktu 24 jam. Publik diajak untuk melakukan pemantauan pengadaan barang/jasa menggunakan tools milik ICW yaitu opentender.net. Opentender.net adalah alat untuk memantau proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang terbuka untuk publik di Indonesia. Apabila dari hasil pemantauan ditemukan adanya dugaan pelanggaran, publik dapat melaporkannya ke kanal pengaduan.lkpp.go.id.

Berikut adalah proses pelaksanaan lomba Monitoring Maraton yang telah dilakukan sejak Agustus 2021.

  1. Pendaftaran dilaksanakan pada tanggal 7-22 Agustus 2021. Jumlah Tim yang mendaftar sebanyak 41 Tim dengan total peserta 148 orang. Setiap peserta memiliki latar belakang yang beragam, seperti Aparatur Sipil Negara, Jurnalis, Karyawan Swasta, Peneliti, Aktivis, dsb.
  2. Proses pemantauan dilakukan pada tanggal 26 hingga 27 Agustus 2021. Jumlah laporan yang dikirimkan ke panitia ada sebanyak 38 laporan dari 15 Tim.
  3. Dari 38 laporan yang dikirimkan, 33 laporan diantaran telah dilaporkan ke LKPP.
  4. Penjurian dilakukan sejak tanggal 28 Agustus 2021 hingga 1 September 2021.
  5. Jumlah juri yang menilai seluruh laporan sebanyak 24 orang yang berasal dari ICW, LKPP, dan TII.
  6. Indikator penilaian Monitoring Maraton ada 4 (empat), yaitu:
    • Jumlah paket pengadaan yang dilaporkan ke LKPP (maksimal 3 paket pengadaan);
    • Menelusuri rekam jejak perusahaan;
    • Mendokumentasikan proses penelusuran; dan
    • Menganalisis hasil temuan dan memberikan rekomendasi.

Berdasarkan diskusi dan kesepakatan yang diambil oleh para Juri, maka lomba Monitoring Maraton Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dimenangkan oleh:

Juara I: Muhammadiyah Corruption Watch

Paket pengadaan yang dipantau:
1.    Proyek renovasi gedung DPRD Kota Bandar Lampung;
2.    Penggantian jembatan Olor Gedang CS di Nusa Tenggara Barat; dan
3.    Peningkatan daerah irigasi Sekampung Batanghari.

Juara II: Team Nowhere

Paket pengadaan yang dipantau:
1.    Pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Mandalika (MYC) 1;
2.    Pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Mandalika (MYC) 2; dan
3.    Pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) – Mandalika (MYC) 3.

Juara III: Bravo Team

Paket pengadaan yang dipantau:
1.    Pekerjaan perkerasan jalur athletic Stadion Benteng, Kota Tangerang;
2.    Pembangunan RSUD Serpong Utara (Pakulonan), Kota Tangerang Selatan; dan
3.    Pembangunan RSUD Kecamatan Pondok Aren (Pondok Betung), Kota Tangerang Selatan.

Selamat bagi para Tim yang telah memenangkan perlombaan Monitoring Maraton. Harapannya, kegiatan ini hanya sebagai pemantik bagi publik untuk dapat secara konsisten dalam melakukan pengawasan terhadap pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh Pemerintah.

Jakarta, 3 September 2021
Indonesia Corruption Watch

Narahubung:
Wana Alamsyah
Christian Tutoroong

 

Share Link