|
Kamis, 11 Juni 2009 |
|
Kasus Prita Mulyasari –pasien RS Omni Internasional Tangerang yang dilaporkan dugaan pencemaran nama baik-- merupakan tindakan kriminalisasi. Dalam press briefing di kantor ICW 11 Juni 2009, diungkapkan bahwa muncul pula dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh pihak rumah sakit Omni International. Menurut Febri Diansyah yang merupakan peneliti hukum ICW ada temuan awal adanya pengumuman di Kejaksaan Negeri Tanggerang bahwa pegawai Kejari Tanggerang bias mengikuti medical general check up dan pap smear (pemeriksaan lender dari leher rahim atau dalam istilah kedokteran disebut lender serviks) di rumah sakit Omni Internasional secara gratis. Pengumuman ini dikeluarkan pada tanggal 18 Mei 2009. Sementara Prita ditahan pada tanggal 13 mei 2009. Sehingga jika dihitung ada selisih lima hari sejak Prita ditahan oleh kejaksaan. Beberapa jaksa di Kejaksaan Negeri Tanggerang mengaku memanfaatkan fasilitas ini pada tanggal yang sama. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Senin, 08 Juni 2009 |
Forum Reformasi Haji yang terdiri dari Indonesia Corruption Watch, Rabithah Haji Indonesia, Advokasi konsumen Muslim Indonesia, Tim Independen Pemantau Haji hari kamis, 4 Juni 2009 jam 14.00-16.00 melakukan pertemuan dengan Dewan Pertibangan Presiden yang diwakili oleh Prof Emil Salim dan KH Maaruf Amin.
Pertemuan ini terkait dengan rencana dikeluarkannnya Keputusan Presiden untuk mengesahkan biaya penyelenggara ibadah Haji tahun 2009. Koalisi meminta PResiden untuk menolak rencana kenaikan haji sebagaimana diusulkan oleh DPR dan Depag. (Surat Terlampir). Direncanakan Wantipres akan meminta keterangan Departemen Agama.
Untuk lebih jelasnya dapat menghubungi Firdaus Ilyas (Koordinator Divisi Pusat Data dan Analisis ICW) Hp 0819820004. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jumat, 05 Juni 2009 |
|
Hasil Audit Dana Kampanye Pemilu Legislatif baru saja dipublikasikan Komisi Pemilihan Umum. Dari hasil audit yang disampaikan, terdapat beberapa indikasi ketidakpatuhan dan indikasi pelanggaran pidana dana kampanye, meskipun secara umum hasil audit yang ada tidak dapat menjelaskan secara utuh praktek pendanaan kampanye legislatif. |
|
|
Rabu, 03 Juni 2009 |
|
Jakarta, 2 Juni 2009-Dalam kunjungan dua hari (1 dan 2 Juni 2009) ke Indonesia, perwakilan ADB/OECD menyempatkan diri untuk menyambangi ICW. Setelah seharian berdiskusi intens dengan PPATK, Mabes Polri dan KPK, Harry Garnett, Ketua Tim dan Tony Kwok, konsultan antikorupsi sekaligus mantan pimpinan ICAC Hongkong -semacam KPK- bertemu dengan perwakilan ICW di kantor ICW. Tepat pukul 14.30 WIB, pada 2 Juni 2009, mereka tiba dan ditemani oleh perwakilan Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi KPK. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 04 Juni 2009 |
|
Indonesia Corruption Watch (ICW) kembali mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, LSM antikorupsi itu melaporkan kasus dugaan korupsi dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. Berikut press release bersama ICW dan KRMT. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Selasa, 26 Mei 2009 |
|

Hasil audit dan laporan dana kampanye dinilai perlu diumumkan. Lembaga pemerhati korupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga laporan dana kampanye sejumlah partai politik penuh manipulasi. Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Ibrahim Fahmi Badoh menyatakan, indikasinya adalah total belanja partai lebih kecil daripada belanja iklan faktual di media massa. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Selasa, 02 Juni 2009 |
|
Satu hambatan dalam penegakan hukum di bidang korupsi kini terlewati. Mahkamah Agung—dalam tafsir resmi yang dikeluarkan dalam bentuk surat edaran—menyatakan, pemeriksaan kepala daerah atau wakilnya dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tidak mutlak memerlukan izin Presiden. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 153 - 171 dari 250 |